oleh

Kodim 0801/Pacitan Gelar Kegiatan Perencanaan Pembangunan Desa

 

Pacitan – koranprogresif.co.id – Untuk lebih meningkatkan peran Babinsa dalam Pembangunan Desa, Kodim 0801/Pacitan mengelar kegiatan Perencanaan Pembangunan Desa di Wilayah Kabupaten Pacitan, bertempat di Aula Kodim Pacitan, Kamis (10/1/2019).

Dandim 0801/Pacitan, Letkol Kav Aristoteles Hengkeng Nusa Lawitang menjelaskan, kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pemahaman kepada Anggota Kodim, kususnya Babinsa, bagaimana perencanaan Pembangunan di Desa mulai dari awal, sehingga para Babinsa mengetahui Proses Perencanaan Pembagunan sampai dengan selesai termasuk angaran dalam Pembangunan di Desa binaanya.

Sementara itu, Drs Sanyoto, MM, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Pacitan yang diundang Dandim untuk memberikan Materi tentang Perencanaan Pembangt di Desa kepada Babinsa menjelaskan, Desa sebagai pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat menjadi fokus utama dalam pembangunan pemerintah.

Hal ini dikarenakan sebagian besar wilayah Indonesia masih berupa pedesaan. Desa di duduki sebagai level negara dalam tataran paling bawah. Menurut Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa bahwa Desa adalah Desa dan desa adat atau yang disebut desa, adalah dengan nama lain, selanjutnya yang disebut desa, adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan,” jelanya

Kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan atau tradisional yang diakui dan dihormati dalam system pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dalam Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi No 5 Tahun 2015 tentang penetapan prioritas penggunaan dana desa tahun 2015 pasal 5 yang menyatakan; Prioritas penggunaan dana desa untuk pembangunan desa dialokasikan untuk mencapai tujuan pembangunan desa yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kualitas hidup manusia serta penanggulangan kemiskinan melalui; pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, pengembangan potensi ekonomilocal dan pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.

Apapun bentuk pembangunan secara subtansif, akan selalu diartikan mengandung unsur proses dan adanya suatu perubahan yang direncanakan untuk mencapai kemajuan masyarakat.

“Pelaksanaan pembangunan di Desa yang berskala lokal dikelola melalui swakelola Desa, kerjasama antar Desa atau kerjasama Desa dengan pihak ketiga. Kepala Desa mengkoordinasikan persiapan dan pelaksanaan pembangunan Desa terhitung sejak ditetapkan APBDesa. Pembangunan Desa yang bersumber dari program sektoral atau program daerah, dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dari Pemerintah,” ungkapnya

Pemerintah Daerah Provinsi, atau Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Pelaksanaan program sector atau program daerah dibahas dan disepakati dalam musyawarah Desa yang diselenggarakan oleh BPD. Pembangunan pada desa selalu dilakukan oleh pemerintah setempat berdasarkan atas program yang sudah direncanakan.

Perencanaan program pada desa selalu dilakukan oleh pemerintah, dengan melihat kebutuhan Desa dengan melihat betapa pentingnya pembangunan desa

Terkait masalah bencana alam untuk di Desa belum siap untuk melaksanakan kesiagaan, untuk itu supaya para Babinsa menggugah dan mengajak masyarakat untuk melaksanakan latihan dalam menangani bencana alam supaya pada waktu ada bencana bisa digerakkan dengan cepat.

“Para Babinsa harus hadir di acara musyawarah Desa ataupun kegiatan yang lain, walaupun kita tidak diundang. Pemerintah Desa wajib menginformasikan kepada masyarakat tentang APBDES dan masyarakat harus tahu tentang laporan dari pemerintah desa, tangung jawab pembangunan desa adalah tanggung jawab kita,” pungkasnya. (Red).

News Feed