oleh

Ketua PMB Tangsel, Ajak 11 Etnis Menjaga Kerukunan Bermasyarakat Yang Berbudaya

Tangsel – koranprogresif.co.id – Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman. Dengan perbedaan yang dimiliki, baik suku bangsa, ras, agama dan budaya, mampu menjadikan Indonesia sebagai negara yang unik, yang selalu menjunjung tinggi kerukunan dalam hidup bermasyarakat.

Untuk itulah, semua pihak terkait bersinergi, bahu membahu, mengupayakan terciptanya kerukunan hidup antar masyarakat, seperti yang digambarkan dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Bagaimanapun juga kerukunan akan membuat masyarakat Indonesia merasa memiliki sebuah negara yang gemah ripah loh jinawi, yang memberikan kenyamanan hidup di tanah kelahiran sendiri.

Bertempat di salah satu resto di Jl. Ki Hajar Dewantara No.12, Sawah Lama, Kec. Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Sabtu (09/11/19) Ketua Perkumpulan Masyarakat Batak (PMB) Kota Tangerang Selatan bersama Saderi A Sairie Ketua Forum Persatuan Kebangsaan (FPK) Kota Tangsel menggelar rapat koordinasi terkait pelaksanaan Deklarasi Bersama dalam Mewujudkan Kota Tangerang Selatan Yang Rukun Dan Tenteram Menuju Kota Nyaman Dan Damai.

Hadir 11 unsur atau perwakilan etnis/suku yang ada di Kota Tangerang Selatan, seperti, etnis Betawi, etnis Angkolan/Mandailing, etnis Minahasa, etnis Maluku, etnis Tionghoa, etnis Sunda, etnis Jawa, etnis Karo dan suku lainnya.

Ketua PMB Kota Tangsel, Ucok AH Siagian, menjelaskan, PMB Tangsel sebelumnya sudah pernah deklarasi tahun 2018, saat menyambut Pemilu 2019 yang intinya dslam rangka menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan khususnya di Kota Tangsel. Untuk 2019 ini, PMB membuat konsep Pesta Budaya turut memeriahkan HUT Ke 11 Kota Tangsel.

Selain itu, kita akan deklarasi bersama semua etnis/suku dengan tagline, Mewujudkan Kota Tangerang Selatan Yang Rukun Dan Tentram Menuju Kota Nyaman Dan Damai.

Seperti diutarakan Wakil Walikota Tangsel, H Benyamien Davnie bahwa, Kota Tangerang Selatan merupakan miniaturnya Indonesia dengan beranekaragam keradaan etnis/suku ada di dalamnya dan hidup berdampingan, damai dan rukun. Tentunya, semua etnis/suku memiliki budayanya masing-masing yang merupakan khasanah budaya bangsa Indonesia.  “Mari kita kembangkan budaya dengan memberikan kontribusi positif untuk kota tangsel kedepan,” ujar Ucok.

Lanjutnya lagi, deklarasi inilah yang akan kita jadikan salah satu pondasi menjaga budaya bangsa, yang akan kita wariskan kepada anak cucu nantinya.

Ada 5 poin yang kita sepakati bersama-sama. Kelima poin tersebut semuanya sangat penting tetapi ada hal krusial pada poin ketiga yaitu  “Sebagai Bagian Dari Tanggung Jawab Moral Dan Sosial, Kami Siap Terlibat Dan Dilibatkan Dalam Menjaga Segala Ketentraman dan Kedamaian Dari Bentuk Diskriminasi, Intoleransi, Hoaks, Dan Sikap Ujaran Kebencian”.

Artinya kata Ucok, mari kita ciptakan ketenteraman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kota Tangerang Selatan, sehingga investasi yang ada di Kota Tangsel merasa nyaman. Tentunya melakui peran serta para saudara kits dari suku/etnis lain agar bersama-sama menjaga ketentraman, kedamaian dan kerukunan hidup di Kota tangsel.

Disisi lain, kita juga mengharapkan  Pemkot Tangsel kedepannya dapat lebih memprioritaskan perkembangan etnis/suku  suku/etnis yang ada di Kota Tangsel, karena mereka memiliki potensi yang cukup besar kedepannya.

“Pemberdayaan seni budaya berbagai etnis/suku di berbagai tempat di Kota Tangsel memberikan kontribusi positif. Selain menjaga kelestarian seni budaya juga menjadi pemasukan dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD)  Tangsel kedepannya. Tentunya padanya peran aktif dinas yang berkaitan dengan budaya,” terang Ketua PMB kota Tangsel, Ucok AH Siagian.

*Tanggapan Positif dari Etnis/Suku*

Saderi A Sairie, Ketua Forum Persatuan Kebangsaan (FPK) Kota Tangsel menegaskan, Deklarasi yang diadakan saudara kita dari PMB Tangsel, patut diapresiasi karena terjalinnya keharmonisan dan kebersamaan antar etnis/suku. “Tidak ada benturan dan gesekan, karena kita semua merasa memiliki kota tangsel secara bersama-sama,” ujarnya.

Bandi S wakili Etnis Maluku mengungkapkan, kita saling menjaga kerukunan semua etnis/suku yang ada di Kota Tangsek. Semua disatukan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika dan bangga  menjadi Bangsa Indonesia.  “Tujuan kita semua satu yaitu saling berangkulan dan berdampingan membangun Kota Tangsel lebih maju lagi,” ujarnya.

Stanly T dari Etnis Minahasa menjelaskan, semua etnis/suku, tentunya menginginkan kedamaian, saling silaturahmi dengan saudara kita dari ernis lain. “Karena itu, melalui kegiatan yang diadakan oleh saudara kita dari PMB Tangsel tentunya sangat kita apresiasi dan dukung penuh. Ini adalah salah satu momen yang sangat bagus,” katanya.

Billy Laswin dari Etnis Tionghoa mengatakan, Indonesia adalah tumpah darah kita. Mari kita dukung niat dan hajat saudara kita dari etnis Batak. “Terjalinnya persatuan dan kesatuan semua etnis terciptanya kerukunan, terjalinnya komunikasi serta silaturahmi semua etnis/suku di Kota Tangsel yang semakin solid,” ujarnya.

Bejo mewakil etnis Jawa mengungkapkan, Deklarasi ini semakin membangun persamaan dan tercipta kedamaian di Kota Tangsel. Hubungan komunikasi antar etnis/suku di Kota Tangsel semakin terintegrasinya semua elemen masyarakat. Keberadaan FPK Kota tangsel sidah sesuai dengan Kemendagri No. 34/2006 yang merupakan jembatan komunikasi berbagai etnis/suku.

Semua etnis/suku harus memiliki pandangan yang sama. Kita jaga Kota Tangsel agar tidak ada rasisme, terorisme dan radikalisme khususnya di Kota Tangsel. Perkuat Nasionalisme dengan persatuan dan kesatuan.

“Ini adalah tugas kita bersama dan menjadi kekuatan yang kokoh,” pungkasnya. (Lingga).

News Feed