oleh

Ketua KTNA Lamsel Angkat Bicara Terkait Tudingan Salahi Prosedur

 

Lamsel – koranprogresif.co.id – Menyikapi pernyataan Ka,UPT Pertanian Kecamatan Penengahan yang menyebut SK Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Penengahan loncat pagar dan cacat prosedur, Ketua KTNA lampung Selatan membantahnya.

Hal ini disampaikan M.Amin Syamsudin, SE di Sekertariat KTNA Lampung Selatan Jalan Raya Lintas Sumatra Rt.05/Rw 02 Desa Gunung Terang Kalianda pada Kamis (10/10/19).

“Saya bantah kalau SK KTNA Kecamatan Penengahan yang kami keluarkan itu salahi prosedur dan lompat pagar, kami punya AD/ART dan untuk para KUPT dan Camat adalah Pembina, ngak ada aturan SK itu ada rekom dari KUPT atau KUPT yang buat SK ajuan kami keluarkan SK itu hasil rembuk KTNA yang dihadiri minimal 50 % + 1 orang anggota,” ujarnya.

Menurut M.Amin Syamsudin, SE, seyogyanya kalau ada KUPT yang merasa janggal dengan KTNA minimal tegur atau konfirmasi dulu ke kami di KTNA kabupaten sebagai pihak yang bikin SK, jangan asal muat pernyataan dimedia. “Memang Kami ini tukang macul, tapi kami juga tahu aturan dan ikuti prosedur AD/ART Organisasi,” imbuhnya.

Ditanyakan kenapa saat musyawarah (Rembuk KTNA) tidak menunggu Kupt. Pertanian Kecamatan Penengahan, M.Amin Syamsudin mengatakan, itu dilakukan karna kesepakatan peserta.

“Saat acara rembuk paripurna tingkat Kecamatan Penengahan selain Perwakilan Kelompok tani dari Desa hadir Ketua KTNA 17 Kecamatan dan Pengurus KTNA Kabupaten, hadir juga Pak Camat Penengahan, Pak Kupt.Peternakan Pak Danramil yang diwakili 2 Babinsa.

Kalau menunggu Kupt.Pertanian bisa hadir sore hari sementara kami dari pagi sudah hadir sesuai waktu undangan.

Dan nggak ada aturan harus nunggu Kupt.bila berhalangan hadir karna waktu itu info yang kami tetima Kupt. Pertanian ajak para penyuluh nengok rekan yang sakit dirumah sakit,” pungkasnya. (HK).

News Feed