oleh

Kerukunan di Kapuas Jadi Contoh

-Nasional-238 views

 

 

Kuala Kapuas – koranprogresif.co.id – Kerukunan antar umat beragama, suku dan golongan di Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) rupanya terdengar dari daerah lain.

 

Sehingga Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) kunjungan kerja (Kunker) ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas yang dijuluki daerah Tinggang Menteng Panunjung Tarung tersebut, Kamis (15/11).

 

Kunker ini sangat disambut baik oleh Pemkab Kapuas dan diterima Assiten I Setda Kapuas Hidayatullah, bersama Kabag Kesra Setda Kapuas, Dr H Junaidi serta Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kapuas, H. Masyumi Rivai berserta pengurus.

 

Karena ini membuktikan bahwa, Kabupaten Kapuas dikenal luas dengan kerukunan masyarakatnya yang selama ini terbina sangat baik.

 

“Hari ini Pemerintah Kabupaten Kapuas kedatangan tamu kunjungan kerja DPRD Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan berjumlah 11 orang yang terdiri dari ketua komisi dan anggota Komisi sekretaris dewan beserta staf dewan kabupaten Tabalong,” ujar I Setda Kapuas Hidayatullah serta menyampaikan ucapan selamat datang kepada rombongan dan menjelaskan tentang budaya karakter dan biografi Kabupaten Kapuas, Kamis (15/11).

 

Menurut Kabag Kesra Setda Kapuas, Dr H Junaidi, Kunker anggota DPRD kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan ini, untuk mengetahui dan belajar banyak tentang pembinaan kerukunan umat beragama di Kabupaten Kapuas.

 

Hal itu adalah suatu keberhasilan yang tidak terlepas dari campur tangan Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat dalam merangkul semua kalangan untuk bisa mewujudkan kedamaian di Kabupaten Kapuas.

 

Sementara itu, Ketua FKUB Kabupaten Kapuas, H Masyumi Rivai memberikan penjelasan kepada rombongan Kunker, tentang kiat-kiat dan kegiatan FKUB Kabupaten Kapuas dalam rangka melaksanakan amanah Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama nomor 8 dan 9 tahun 2016 tentang tugas dan fungsi FKUB. Tujuannya membantu kepala daerah (Bupati, Red) dalam  memelihara kerukunan antar umat beragama.

 

Tokoh FKUB ini juga menyebutkan, langkah-langkah FKUB dalam mengantisipasi gejala-gejala yang dapat menjurus merusak hubungan antar umat beragama, pada Pilkada Bupati, Pilkada Gubernur dan  menjelang Pilpres serta pemilihan legislatif.

 

“Kami juga mengantisipasi beberapa isu-isu di masyarakat yang dapat mengganggu ketentraman kerukunan di Kabupaten Kapuas,” jelasnya. (Sas/Ttg/Hyd).

News Feed