oleh

Kembangkan Ekosistem Gerakan Literasi “Satu Dai, Satu Buku”, Kab. Maros Jadi Percontohan

-Nusantara, Sosbud-100 views

Jakarta – koranprogresif.co.id – Pengembangan gerakan literasi di Kab. Maros, Sulawesi Selatan, telah melakukan peran strategis di tiga tahun terakhir ini, salah satunya dengan melakukan optimalisasi peran serta para pengurus masjid maupun IKA BKPRMI menggerakkan “Satu Dai, Satu Buku”.

Hal ini disampaikan Bachtiar Adnan Kusuma, S.Sos, M.M, selaku Wakil Ketua DPW IKA BKPRMI Kab. Maros saat di temui awak media usai pembukaan acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) IKA-BKPRMI  yang berlanjut kegiatan Workshop Gerakan Nasional Literasi Satu Buku Satu Masjid di H. Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Sabtu, (14/05).

“Salah satu hal yang juga kita lakukan memberikan in house training agar para dai’ menyiapkan diri terutama dalam mempersiapkan materi khutbah yang harus tertulis. Dari hasil tulisan setiap Jum’at dikumpulkan debet yang menjadi satu kesatuan ekosistem dinamakan sebuah buku. Dengan buku ini sekaligus mengajak melakukan campaign para dai’ ataupun ustad dalam rumpun keluarga besar IKA BKPRMI Sulawesi Selatan ikut serta mensupport literasi  dari arus bawah samapi level internasional,” ujar Bachtiar.

Lebih lanjut Bachtiar mengatakan, sejauh ini pencapaian target dalam penerapannya sudah menyerap 80%. Salah satu diantaranya juga adanya program Gerakan Nasional Literasi Satu Buku Satu Masjid, yang sebelum di launching pada Sabtu (14/5) sudah digerakkan di Prov. Sulawesi Selatan.

Pihaknya juga meminta tidak hanya pemerintah, dalam hal ini Perpustakaan Nasional yang harus ikut serta mensupport gerakan literasi dikarenakan adanya keterbatasan, namun juga peran ormas juga menjadi penting turut serta dalam penyediaan SDM Dai’ ataupun ustad.

“Saya berharap setelah melaunching Gerakan Nasional Literasi Satu Buku Satu Masjid IKA-BKPRMI bersama Perpustakaan Nasional RI, yang gerakan ini bukan hanya sekedar ceremony ataupun gerakan ritual dan atraktif  tapi juga harus melahirkan sebuah output yang implementasinya adalah setelah rakornas dihari ini dilanjutkan kegiatan in house training yang nantinya akan dilanjutkan masing-masing provinsi di setiap kabupaten dan kota,” ujar Bachtiar. (Harry).

Berita Lainnya