oleh

KEJATI DKI TANGKAP BURONAN KORUPSI

-Mitra tni-303 views

 

Jakarta – koranprogresif.co.id – Satuan Tim Gabungan Pidana Khusus (Pidsus) dan Intelijen DKI Jakarta pada Selasa (31/8/2021), sekira pukul 8.30 Wib, berhasil menangkap buronan tersangka kasus korupsi bernama, Hasan (58 tahun) di Jakarta.

Dimana Hasan oleh Kejati DKI Jakarta melalui Aspidsus, ditetapkan sebagai tersangka korupsi dengan mengajukan permohonan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di BPD Jawa Timur. Kantor Cabang Wolter Mongonsidi, Jakarta Selatan.

Melalui surat penetapan tersangka nomor Tap; 080/0.1.5/FD.1/03/2018 tanggal 13 Maret 2018.

Namun setelah ditetapkan menjadi tersangka, Hasan buron sehingga dimasukan dalam daftar pencarian orang sejak tanggal 04 Juli 2008.

Mengenai penangkapan tersangka Hasan tersebut, dikatakan oleh Kasipenkum Kejati DKI Jakarta kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa (31/8/2021).

Perlu diketahui, dalam kasus tindak pidana korupsi permohonan KUR di BPD Jatim Capem Watermangonsidi, akibat perbuatan Hasan, BPD Capem Jatim kerugian dan Pemerintahan Provinsi Jatim sebesar Rp 41. Milyar.

Dalam kasus ini, pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, menetapkan Haryono Prasodjo, Pimpinan Cabang Bank Pembanguan Daerah (BPD) Jatim dan Riyad Prabowo Edy (analis) diperbankan BPD Capem Jatim, sudah dijadikan tersangka dan sudah dihukum oleh pengadilan Tipikor dan Pengadilan Tinggi Jakarata pada Juli 2019 dan putusan Mahkamah Agung pada Maret 2020.

Dimana peran para tersangka Hasan menyediakan data orang-orang untuk diajukan sebagai calon debitur permohonan KUR di Capem BPD Jatim, cabang jalan, Watermangonsidi Jakarta Selatan, Permohonan berupa identitas KTP palsu. Kemudian data tersebut digunakan oleh Heriyanto Nurdin bersama-sama Hasan untuk mengajukan permohonan fasilitas KUR untuk sebanyak 82 calon debitur fiktif masing-masing menerima sebesar Rp 500 juta rupiah.

Dimana pengajuan permohonan 82 calon debitur fiktif tersebut, diajukan oleh Aryono Prasodo untuk mendapatkan fasilitas KUR dimaksud.

Guna mempermudah transaksi keuangan dan penampungan uang yang diperoleh dari 82 debitur KUR itu, digunakan rekening atas nama Kadiman Laidir dan serta atas nama Merliani als Mei yang dikuasai oleh Ng Sai Ngo atas pengajuan debitur fiktif sebanyak 82 orang debitur tersebut, dinyatakan macet pada tahun 2012 s/d 2013. Pihak BPD Jatim cq Jatim mengalami kerugian sebesar rp.41 milyar rupiah.

Dalam kasus ini, tersangka Hasan disangka melanggar pasal 2, pasal 3 Jo pasal 18 UU no 31 tahun 1999. Sebagaimana diubah menjadi undang-undang no.20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (Eddy W).

Berita Lainnya