oleh

Kejaksaan Negeri Buntok Menggelar Perkara Kasus Pembunuhan Anak Tiri

Buntok – koranprogresif.co.id – Kepala kejaksaan Negeri Buntok Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah melalui Kepala Seksi Pidana Umum, Rudi Iskon Jaya, SH, MH menyampaikan kepada awak media di ruang kerjanya bahwa, tahapan perkembangan terbaru terkait kasus seorang ayah bernama (PN) tega membunuh anak tirinya di Desa Batilap, Kecamatan Dusun Hilir (Dusel) pada tanggal 27 November 2020 yang lalu. Meski sempat tersendat prosesnya, karena kekurangan alat bukti.

Namun pada akhirnya, Kejaksaan Negeri Buntok berhasil menuntaskan berkas perkara kasus pembunuhan yang di lakukan seorang ayah terhadap anak tirinya. “Kini perkembangan baru kasusnya sudah sampai pada tahap gelar perkara,” ujarnya.

Rudi pun mengatakan, pada saat ini hendak menggelar sidang perkara, pada hari Kamis (4/2).

Pihaknya sudah melaksanakan sidang tahap kedua, atas perkara kasus pembunuhan anak tiri oleh terdakwa. Mengenai proses penyidikan memang cukup lama karena kejaksaan membutuhkan barang bukti yang lengkap, itulah menyebabkan prosesnya cukup lama, karena terkait penerapan pasal yang di sangkakan kepada terdakwa.

Kejaksaan menjerat dengan pasal berlapis sesuai Undang Undang (UU) tentang perlindungan anak dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Terkait Undang – Undang perlindungan anak
dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) di kenakan Pasal 80 ayat 4 Undang Undang Nomor 35 tahun 2014. Dan perubahan Undang Undang (UU) Nomor 23 tahun 2003. Dan Dakwaan Subsider atau pengganti hukuman pasal 80 ayat 3 Undang Undang (UU) Nomor 23 tahun 2004, tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Terdakwa di terapkan dengan pasal berlapis dalam bentuk kombinasi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun dan penerapan pasal 80 ayat 3 dakwaan subsidernya ancaman hukuman 15 tahun. Sama halnya dengan pasal 44 ayat 3 tentang kekerasan dalam rumah tangga.

“Modus dari si pelaku terlihat fakta berkas bisa di katakan pembunuhan sangat sadis. Perkara ini dalam waktu dekat kami mempunyai waktu penahanan 20 hari, dalam waktu 7 hari kedepannya akan di limpahkan kembali ke Pengadilan Negeri (PN) Bunto,” tutupnya. (ASSJ Progresif).

News Feed