oleh

Kasubdit Ditjen Pendidikan Paud Dan Dikmas Kunjungi SKB Kota Cimahi

Cimahi – koranprogresif.co.id – Kasubdit Direktorat Jenderal Pendidikan Paud dan Dikmas mengadakan kunjungan sekaligus monitoring ke SKB Kota Cimahi dan disambut oleh, Kepala SKB Kota Cimahi beserta jajaranya, Minggu (3/2/2019). 

Ketua UPT SPNF SKB Kota Cimahi, H.M. Hasan Busjori, S.Pd., M.Pd kepada media menegaskan bahwa, siswa-siswi yang keluar dari SKB ini harus mempunyai kemandirian, dengan mengedepankan program – program unggulan yang tidak dimiliki oleh sekolah Formal.

Seterusnya di SKB ini, disamping mendapatkan pendidikan formal, mereka mendapatkan skill, sehingga anak yang keluar dari SKB ini bisa mendapatkan ijazah persamaan SMA untuk melanjutkan ke Universitas atau mandiri buka usaha sendiri sehingga membatu menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran. “Kedepan SKB Kota Cimahi harus jadi induknya PKBM karena SKB punya pemerintah,” ujar H. M. Hasan.

Dr. Cecep Suryana, M.Pd, selaku Kasubdit Program dan Evaluasi Keaksaraan dan Kesetaraan Ditjen Pendidikan Paud dan Dikmas mengatakan bahwa, kunjungan seperti ini selalu rutin dilakukan disetiap kabupaten karena SKB adalah unjung tombak kita dilapangan, kedepan SKB Harus jadi percontohan atau induknya setiap PKBM.

“Mengenai SKB Kota Cimahi Itu sendiri kedepan akan ada penataan fasilitas bangunanya agar lebih cantik, supaya ciri dari sanggar itu sendiri lebih hidup dan menonjol,” ungkapnya.

Menurut Dr. Cecep Suryana, M.Pd bahwa, kebijakan kementerian terkait sekarang baik pendidikan formal atau nonformal wajib menggarap layanan pendidikan dasar daya guna artinya semua warga indonesia yang berusia 7 sampai 18 tahun wajib mendapatkan layanan pendidikan dasar dan menengah dan masyarakat tinggal memilih mau pendidikan formal atau nonformal. “SKB ini merupakan layanan pendidikan yang lebih terdidik, terampil, fleksibel dan berkarakter,” imbuhnya.

Selanjutnya menurut Dr. Cecep, kedepan SKB harus ada kajian pembelajaran khusus yang membangun bisnis saber online sebagai bagian dari pelatihan di SKB, agar lebih mudah menciptakan pasar secara luas, supaya nanti siswa – siswi yang terdidik dan terampil hasil didikan di SKB bisa memasarkan hasil produksinya. (Red/Um/Wnz).

News Feed