oleh

Kampanyekan Prabowo-Sandi, Ketum Bidadari Indonesia Kunjungi Pasar Tradisional

-Politik-241 views

 

 

Bekasi – koranprogresif.co.id – Bidadari Indonesia mengunjungi pasar tradisional Bantar Gebang, Bekasi pada Rabu (14/11/2018) pagi.

 

Kunjungan tersebut dalam rangka mengkampanyekan visi misi calon Presiden dan Wakil, Prabowo Subianto – Sandiaga Uno.

 

Ketua Umum Bidadari Indonesia, Monica Haryanto mengatakan kunjungan kami ke sini untuk bersilaturahmi sekaligus mengkampanyekan visi misi Prabowo-Sandi kepada pedagang pasar maupun warga yang sedang berbelanja kebutuhan pokok.

 

“Kami juga mempunyai hastag Bidadari Indonesia Rabu Bergerak Sapa Warga. Kenapa kami membuat hastag tersebut, itu dikarenakan kami rutin bergerak setiap hari Rabu,” kata Monica.

 

Dalam kunjungan kami, lanjut Monica, para pedagang maupun pembeli mengeluhkan kesulitan ekonomi ini. Terlebih ketika harga dollar mengalami kenaikan beberapa waktu lalu. Mereka merasa sangat terjepit dengan situasi yang ada.

 

“Untuk itu mereka berharap jika Prabowo-Sandi terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden agar bisa menstabilkan harga kebutuhan pokok dan bisa lebih memperhatikan nasib rakyat bawah. Mereka berharap agar tidak ada lagi kemiskinan yang saat ini masih tinggi dan cenderung bertambah,” katanya.

 

Monica menjelaskan, selain ke pasar Bantar Gebang, Bidadari Indonesia juga melakukan kunjungan ke warga di kampung pemulung Ciketing. Di sana kami melakukan revolusi putih, dimana program tersebut kami membagikan susu kepada anak-anak yang ada di sana.

 

“Sesuai dengan pesan pak Prabowo bahwa anak-anak Indonesia harus bisa menjadi generasi yang cerdas. Maka dari itu kami melakukan revolusi putih agar anak-anak bisa mendapatkan asupan gizi yang cukup sehingga bisa menjadi anak yang lebih cerdas,” ujarnya.

 

Saat mengunjungi kampung pemulung, Bidadari Indonesia mendapati berbagai masalah yang sangat kompleks. Terutama masalah kependudukan dimana warga yang ada di sana tidak semuanya mempunyai identitas penduduk.

 

“Warga di sini ada yang mempunyai KTP/KK, tapi ada juga yang tidak punya. Alasannya untuk membuat KTP saja mereka harus mengeluarkan uang sebesar 500 ribu rupiah, bagi mereka uang tersebut sangatlah besar sehingga tidak sanggup untuk membuat KTP,” jelasnya.

 

Selain masalah kependudukan, tambah Monica, warga di Bantar Gebang selama juga tidak pernah merasakan apa itu yang namanya Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan BPJS Kesehatan serta apa itu sensus kependudukan. Bahkan untuk pilpres nanti mereka banyak yang tidak terdaftar di DPT.

 

“Saat kunjungan tadi, warga di sana sangat ingin agar Bang Sandi bisa mengunjunginya untuk menyampaikan permasalahan yang ada. Dulu waktu masih menjabat sebagai Wakil Gubernur Jakarta, Bang Sandi pernah datang ke Bantar Gebang, tapi itu hanya di gunungan sampahnya dan tidak ke perkampungan warga. Maka dari itu warga sangat berharap agar Bang Sandi datang mengunjungi mereka,” katanya.

 

Monica yang juga seorang Caleg dari Partai Gerindra menjelaskan, saat kunjungan ke warga kami juga mendapati seorang ibu-ibu terkena stroke. Namun karena tidak mempunyai BPJS Kesehatan, maka dia tidak bisa berobat ke rumah sakit.

 

Untuk itu, Monica langsung menelpon salah satu anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Fahira Idris.

 

“Saya langsung menelepon Bunda Fahira, dan beliau langsung merespon dengan baik. Beliau meminta kami untuk memfoto dan mengirimkan data orang yang sakit tersebut. Setelah itu beliau akan segera menindaklanjuti agar orang yang sakit segera mendapatkan bantuan medis,” tutupnya. (Red).

News Feed