oleh

Kades: Ada yang Berani Memotong Lapor Saya, Imbalannya 2 Juta

Kuala Kapuas – koranprogresif.co.id – Pada intinya dan perlu diingatkan kepada seluruh tim penyalur bantuan sosial yang bersumber danakan dari Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) Desa Timpah Kecamatan Timpah, jangan sampai berani dan coba-coba untuk menerima terlebih melakukan pemotongan bantuan tersebut dengan alasan apapun apalagi dengan alasan karena jasa, kalau ada yang berani maka akan diberikan sanksi yang tegas, dan kepada warga yang masuk dalam program ini apabila ada yang menerima kurang dari Rp. 600.000 silahkan lapor oknumnya pada saya, imbalanya saya beri Rp. 2 juta.

Demikian yang dikatakan oleh Budi Santoro Kepala Desa Timpah Kecamatan Timpah saat dibincangi media ini, Rabu (1/7/2020) melalui telepon.

Menurutnya, itu adalah hak warganya yang kurang mampu, jadi janganlah memanfaatkan situasi ini hanya untuk keuntungan pribadi, apalagi dimasa Pandemi wabah ini, bantuan tersebut sangatlah berarti bagi mereka.

“Saya minta kepada seluruh tim yang masuk dalam penyalur Bansos BLT-DD ini jangan sampai memanfaatkan situasi ditengah suasana seperti ini, jadilah pekerja sosial yang dapat diandalkan oleh pemerintah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan saya harap ini tidak terjadi diwilayah saya,” kata Kades.

Diterangkan juga bahwa, untuk saat ini pihaknya pemerintahan desa Timpah sudah menyalurkan dana BLT-DD tahap II kepada 140 KK, yang sekaligus penyerahan buku rekening salah satu Bank yang ditunjuk pada penerima program.

Tidak hanya itu saja, dalam kesempatan penyaluran Tahap II ini, secara pribadi dirinya juga telah membantu kepada 5 KK yang dianggapnya benar-benar tidak mampu untuk mengisi buku kas tabunganya, dengan tujuan agar pada saat mengambil dana tersebut, itu dapat bisa tetap senilai Rp. 600.000 tanpa harus menyisakan saldo Rp. 50.000, sebagaimana ketentuan Bank. (Heryadie progresif).

News Feed