oleh

Kabupaten Sukabumi Satu-Satunya Yang Meraih Penghargaan CTPS

-Nasional-1,321 views

 

Sukabumi – koranprogresif.co.id – Pemerintah Kabupaten Sukabumi satu-satunya Kabupaten yang meraih penghargaan CTPS dari Pemprov Jabar. Piagam penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Bupati Sukabumi, H. Iyos Somantri yang diserahkan dari Stap Ahli Bidang Ekonomi Provinsi Jawa Barat, Berli Hamdani Gelung Sakti dalam upacara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) tingkat Jabar di Gedung Sate, Senin (14/11/2022).

Disampaikan, Staf Ahli Bidang Ekonomi Provinsi Jawa Barat, Berli Hamdani Gelung Sakti bahwa, kegiatan HKN tahun 2022 kali ini mengangkat tema “Bangkit Indonesiaku Sehat Negeriku”, hal itu sebagai gambaran bangkitnya semangat dan optimisme seluruh lapisan masyarakat yang bahu-membahu dan bergotong-royong supaya Indonesia dapat kembali beraktivitas produktif, ujarnya.

Wakil Bupati Sukabumi, H. Iyos Somantri mengatakan, penghargaan yang diterimanya mengenai cuci tangan pakai sabun (CTPS) atau pilar kedua dari STBM bisa diraih atas terbiasanya masyarakat Kabupaten Sukabumi mencuci tangan memakai sabun. “Kita bersyukur bisa menerima penghargaan dari Pemprov Jabar, apalagi hanya satu-satunya daerah di Jabar yang meraih CTPS,” terangnya.

H. Iyos berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, sehingga Kabupaten Sukabumi berhasil meraih CTPS. “Kita bersyukur kepada Allah dan berterima kasih terhadap seluruh stakeholder yang selama ini telah membantu,” ucapnya.

H. Iyos mengungkapkan, atas penghargaan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sukabumi akan menuntaskan semua pilar STBM, sebab, masih ada tiga pilar lagi yang harus dituntaskan di tahun-tahun berikutnya, dari lima pilar STBM, kita telah menuntaskan ODF (Open Defecation Free) dan CTPS, tiga pilar lagi akan kita tuntaskan di tahun berikutnya.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Nina Susana Dewi menyampaikan, tema HKN kali ini menandakan bahwa, masyarakat semua harus mempunyai rasa semangat dan keinginan untuk terus berjuang menghadapi masa-masa perpindahan atau transisi dari pandemi ke endemi Covid-19. “Jadi kita harapkan bahwa, semua masyarakat siap menyambut endemi, juga kita sekarang sedang menginginkan agar derajat kesehatan masyarakat secara umum meningkat setinggi-tingginya, salah satu caranya dengan adanya transformasi kesehatan,” jelasnya.

Menurut Nina, transformasi sistem kesehatan ini berfokus pada 6 pilar, untuk mewujudkan masyarakat yangsehat, mandiri, produktif dan berkeadilan,sekaligus sebagai bentuk kesiapan pemerintah dalam menghadapi masalah kesehatan di masa yang akan datang.

Lebih jauh Nina menjelaskan, adapun fokus 6 pilar transformasi kesehatan adalah transformasi layanan primer, transformasi layanan rujukan, transformasi sistem ketahanan kesehatan, transformasi sistem pembiayaan kesehatan, transformasi SDM kesehatan dan transformasi teknologi kesehatan. “Saat ini dan ke depannya masih banyak tantangan yang perlu dihadapi bersama, dibutuhkan kolaborasi dengan semua pihak secara profesional yang dilandasi moral tetap harus kita ke depankan terutama dalam menghadapi pandemi Covid-19,” pungkasnya. (Eko).

Berita Lainnya