oleh

Ka. UPT Pertanian Kecamatan Penengahan Himbau Kelompok Segera Tebus Kuota Pupuk Bersubsidi

-TNI Polri-236 views

Lamsel – koranprogresif.co.id – Pupuk bersubsidi yang direalisasikan kepada kelompok tani (Poktan) berdasarkan RDKK yang disusun oleh kelompok tani masing-masing. Kebiasaan yang ada para petani kurang memperhatikan waktu penebusan terutama bila saat penebusan datang saat bukan musim tanam, karena biasanya para petani akan membutuhkan pupuk saat musim tanam.

Dan hal tersebut yang biasanya menjadi beban pengurus kelompok tani dan kios resmi pengecer pupuk bersubsidi, terkait dengan dana untuk penebusan pupuk kepada pihak distributor.

Sementara dari beberapa kecamatan di kabupaten Lampung Selatan yang sudah melaksanakan pendistrubusian pupuk bersubsidi dengan program biling system, kecamatan Penengahan adalah salah satu yang melakukan program billing system pupuk bersubsidi.

Dan saat akhir tahun ini, kuota pupuk untuk petani di kecamatan Penengahan masih ada sekitar 800 Ton dan masih belum ditebus kelompok tani.

Menyikapi hal tersebut, Ka. UPT Pertanian Kecamatan Penengahan Sutrisno menghimbau agar kelompok tani (Poktan) segera menebus pupuk kuota jatah kelompok masing-masing, karena bila tidak ditebus bisa diasumsikan jumlah 800 ton pupuk tersebut tidak dibutuhkan petani di kecamatan Penengahan dan bisa saja dialokasikan kewilayah lain, terangnya saat acara rembuk dengan para pengurus kelompok tani di aula kantor UPT Pertanian Penengahan pada Senin (5/11/18).

Tambahnya, aya sudah berusaha supaya jumlah pupuk yang 800 ton tidak dialokasikan kewilayah lain karna petani diwilayah penengahan ini masih sangat butuh. Maka saya minta kepada saudara – saudara pengurus KTNA, Poktan dan Gapoktan untuk mengkoordinasikan dengan petani supaya pupuk bersubsidi yang masih ada 800 ton segera ditebus. “Saya minta sebelum tanggal 16 Desember ini semua sudah ditebus supaya kuota pupuk yang kita butuhkan tidak berkurang ditahun berikutnya. Saya tahu pupuk kita masih belum mencukupi dan adanya pupuk 800 ton belum ditebus, bukan karena petani tidak butuh namun terkendala dana, maka koordinasi dengan Gapoktan dan kios agar ada jalan keluarnya,” terangnya. (AW)

News Feed