oleh

Imron Tukang Bubur, Jadi Taruna

-Opini-329 views

Magelang – koranprogresif.co.id – Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. memimpin langsung upacara wisuda prajurit Taruna dan Bhayangkara Dua taruna, sejumlah 776 Prabhatar yang wisudha, terdiri dari 519 prajurit Taruna Akademi TNI dan 257 Bhayangkara Dua Taruna Akademi Kepolisian, bertempat di Stadion Sapta Marga, Kampus Akademi Militer, Magelang, JawaTengah, dengan Komandan upacara Kolonel Marinir Jhoni Sulityawan (Wadanmen Chandra).

Upacara wisuda ini secara tradisi dinamakan Wisuda Prajurit (Wisudhajurit) menandai akhir masa pendidikan dasar integrasi kemitraan Akademi TNI dan Akademi Kepolisian tahun akademik 2018.

Turut hadir pada acara Wisudha Prajurit Taruna Akademi TNI dan Bhayangkara Taruna Kepolisian adalah Para Kepala Staf Angktan (Kasad, Kasal dan Kasau) Kalemdiklat Polisi dan para Gubernur Akademi serta Gubernur Akpol, Kamis (01/11).

Pada kesempatan itu, Panglima TNI menyematkan pangkat Prajurit Taruna dan Bhayangkara dua taruna kepada lulusan terbaik dari tiap matra. Matra Darat Prajurit Taruna terbaik diraih oleh Darys Raditya Rizal No Ak.2018.002 dan Prajurit Taruni terbaik diraih oleh Nathasya Melyana No AK.2018.286 dari Matra Laut Prajurit Taruna terbaik diraih oleh Dwijan Budi No Ak 2018.315  sedangkan  Prajurit Taruni terbaik diraih oleh Rahil Rahma Vinia No Ak. 2018.401, selanjutnya Matra Udara Prajurit Taruna terbaik diraih oleh Teddy Ardika Ramadhani No Ak. 2018445 dan Prajurit Taruni terbaik diraih oleh  Monica Made Aprilia No Ak. 2018.515. Untuk Taruna Akademi Kepolisian terbaik atas nama Bhayangkara dua Taruna Rivaldi Mahardhika No. AK.2018724 dan Bhayangkara dua Taruni Nora Septiana No. Ak. 2018.753.

Prajurit Taruna Imron Ichwani No. Aka 2018.057, adalah anak dari bapak Sugeng Suroso yang berprofesi sebagai penjual bubur ayam yang beralamatkan di Jalan Cempaka RT 03/06 Desa Selabaya, Kecamatan Kalimanah, Kabupaten Purbalingga.

Semasa sekolah Imron selalu membatu orangtuanya, menyiapkan segala perlengkapan dan bahan dagangan bubur ayam orangtuanya, dari mulai pukul 04.15 WIB setelah sholat subuh sampai menjelang berangkat sekolah.

Dia mendapatkan informasi tentang Taruna Akademi Militer dari Anggota Ajenrem 071/ Wijayakusuma Purwakerto yang memberikan sosialisasi tentang perekrutan taruna taruni kepada siwa siswi sma di sekolahannya. Kemudian Imron tertarik untuk mengikuti seleksi calon taruna Akademi Militer, yang sejak kecil dia cita citakan. Kemudian dia mendaftarkan diri ke Ajenrem 071/ Wijayakusuma Purwakerto, seleksi daerah di rindam IV / Diponegoro Magelang. Setelah dinyatakan lulus pada seleksi tingkat daerah, di lanjutkan seleksi tingkat pusat di Pusenif pada 1 April 2018, dan dinyatakan lolos.

Selanjutnya dia bergabung dengan rekan rekannya untuk mengikuti pendidikan Integrasi Kemitraan taruna taruni Akademi TNI dan taruna taruni Akpol.

Dalam mengikuti kegiatan di Resimen Chandra hari hari terasa sangat berat, capek dan melelahkan. Karena jadwal kegiatan sangat padat. Bangun pagi 04.00 – apel malam 10.00 jam istirahatnya sangat singkat. Tapi pada minggu ke 2, 3 dan seterusnya ibarat badan sudah menyesuaikan dengan kegiatan kegiatan yang ada di Akademi Militer Resimen Chandra.

Dengan landasan mengikuti kegiatan ini dengan hati ihlas, motivasi diri dan doa orang tua. Sehingga kegiatan terasa ringgan, semangat menjalani seluruh kegiatan yang mengalir terjadwal walaupun seberat apapun.

Merupakan cita cita sejak kecil untuk menjadi Taruna tegas nya. (Red).

News Feed