oleh

IKN Sebagai Kota Masa Depan yang Menjunjung Tinggi Keberagaman

-Nasional-67 views

 

Jakarta – koranprogresif.co.id – Keberagamaman suku, agama, bahasa dan budaya merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Beragam adat kebiasan dan cara berinteraksi penduduknya juga menjadi keunikan bagi Indonesia.

Oleh karena itu, keanerakagaman ini perlu dijaga dengan baik agar tidak timbul perbedaan yang bisa menimbulkan konflik. Hal ini juga mendorong timbulnya harapan bahwa kemajemukan bangsa Indonesia dapat terawat dengan baik di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang nantinya akan menjadi tempat berkumpulnya penduduk Indonesia dari beragam latar belakang.

Tokoh Muda Nahdlatul Ulama (NU), K.H. Taufik Damas mengatakan, IKN akan menjadi ibu kota yang betul-betul representatif bagi bangsa Indonesia. Selain itu, IKN tampaknya dipilih agar menjadi modal sosial pluralisme keragaman dan sebagainya karena masyarakat Kalimantan Timur dikenal masyarakat yang plural dan toleran.

“Banyak suku bangsa yang hidup di Kaltim, bahkan jumlah pendatang lebih banyak. Akan tetapi, sampai sekarang tidak pernah ada cerita konflik sosial yang terjadi disana. Ini merupakan modal keragaman yang harus dirawat dan dikembangkan. Apalagi, ketika Kaltim khususnya Penajam Paser Utara (PPU) yang akan menjadi IKN,” ungkap Taufik Damas melalui keterangannya, Kamis (1/12).

Taufik Damas menambahkan bahwa, pihaknya berharap, IKN ini dapat berkelanjutan dan menjadi ibu kota yang betul-betul bisa mengelola negara ini dengan baik, menjadi simbol pemerataan, dan juga akan bisa menjadi tempat dimana pemerintahan selanjutnya yang bisa menciptakan keadilan sosal bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Saya pribadi mendukung pembangunan IKN yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Jokowi dan berharap ini akan terus dilanjutkan oleh siapapun penggantinya. Hal-hal yang menjadi kritikan dari kalangan tertentu seperti kelestarian alam tentu akan mendapatkan perhatian dan pertimbangan oleh para pengelola sehingga betul-betul dapat menjaga keragaman alam dan hayati,” kata Taufik Damas. (Red).

Berita Lainnya