oleh

Ical Syamsudin: Pemerintah Pusat Bersikap Netral Saat Menunjuk Gubernur DKI Pengganti Anies Baswedan

Jakarta – koranprogresif.co.id – Ketua DPW Partai Bulan Bintang (PBB) DKI Jakarta, Ical Syamsudin, S.Sos menanggapi terkait masa jabatan Anies Baswedan yang kurang dari setahun menjabat akan segera berakhir pada 16 Oktober 2022 sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Menurut Ketua DPW PBB, perlunya pemerintah pusat bersikap netral karena dikhawatirkan pejabat Gubernur Jakarta yang ditunjuk langsung oleh pemerintah pusat nantinya tidak menjadi alat kekuatan politik penguasa tertentu.
“Mengapa demikian?, Sebab, pengganti gubernur sebelumnya ditunjuk langsung oleh pemerintah, khawatir dia menjadi salah satu alat kekuatan politik penguasa tertentu, yang mestinya itu dihindari. bahwa kemudian secara geopolitik Jakarta harus diisi oleh sosok pemimpin yang memiliki tingkat wawasan kebangsaan dan kulturistik yang mendasar.

Diantaranya paham akan permasalahan klasik yang kerap terjadi di ibu kota ini. kata Ical kepada wartawan di sela acara Ifthar Ramadhan 1443 H di Jakarta, Selasa (19/4/2022).

“Sosok pengganti Anies kedepannya harus visioner, fleksible dan strategis begitu lho, jangan terkesan kaku, hamble dan rajin pendekatan dengan semua lapisan masyarakat pada umumnya dan yang terpenting mengedepankan sikap netralitas, itu penting karena mempersatukan perbedaan tidak mudah,” katanya.

Kendati posisi gubernur tidak bisa sepenuhnya lepas dari kepentingan politik, dia menilai tetap diperlukan partisipasi publik untuk menjaga kepala daerah tetap berada di koridor yang dipenuhi dengan tupoksi melayani masyarakat.

“Sejatinya, harus paham betul geopolitik dan kulturistik Jakarta, sebab Jakarta adalah miniatur dan barometer nasional, janfan sampai terjadi gejolak politik yang absurd dan tak terkendali,” ujarnya.

Lanjut Ical mengatakan, permasalahan Macet dan Banjir sudah menjadi problem akut bagi Jakarta. Siapa pun pemimpin Ibu Kota, macet dan banjir adalah hal yang harus diatasinya.

Sejatinya, masalah banjir di Jakarta sudah terjadi sejak Indonesia belum merdeka dan kala itu masih Batavia dan satu hal yang perlu dikendalikan yakni tingkat mobilisasi jumlah penduduk yang tiap tahunnya tetus meningkat volumenya.

Ical berharap, permasalahan yang ada dengan sisa dua tahun yang ditinggalkan Gubernur Anies Baswedan, semoga dapat teratasi dan mampu menjawab atau menutaskan persoalan-persoalan warga Ibu Kota. (Red).

Berita Lainnya