oleh

Fraksi Golkar Dyah Roro Esti Akan Bawa Aspirasi Guru di Munas Partai Golkar

-Nasional-13 views

 

Jakarta- Koranprogresif.co.id, Menjelang Musyawarah Nasional Fraksi partai Golkar menggelar diskusi dengan tema “Mengorkestrasi pendidikan dengan SDM masa depan”. Dimana nantinya suara aspirasi-aspirasi Guru akan diangkat dalam Musyawarah Nasional fraksi partai Golkar yang akan dilaksanakan pada Desember 2019 nantinya.

Dalam kesempatan pada acara Serap Aspirasi Partai Golkar dengan tema diskusi “Mengorkestrasi Pendidikan Dengan SDM Masa Depan”, untuk diskusi ini juga dihadiri oleh beberapa narasumber seperti Dyah Roro Esti, Putri Komarudin, Adrian Jopy Paruntu, (Anggota DPR RI Fraksi Golkar) yang dari kalangan Milenial, Satriwan Salim Wasekjen FSGI, Jejen Musfah ( Wasekjen PGRI).

Pada kesempatan acara diskusi tersebut, Dyah Roro Esti tidak bisa hadir dikarenakan sedang mengikuti Rapat Dengar Pendapat di Komisi VI, GedungDPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (27/11).

Beberapa media mencoba mendatangi Dyah Roro Esti yang juga Anggota DPR RI Komisi VI seusai Rapat Dengar Pendapat, untuk membahas diskusi tersebut.

Dyah Roro Esti, Anggota DPR RI Komisi VI mengatakan, jadi tentunya pendidikan ini penting sekali mengingat bahwa negara Indonesia nantinya akan mengalami demografi pada tahun 2020 hingga pict nya 2030 dimana 70 persen daripada penduduk negara Indonesia yang masuk dikalangan produktif antara usia 15 hungga 65 tahun.

“Maka salah satu guru besar negara Indonesia bagaimana kita bisa menciptakan Indonesia emas di tahun 2045 the taste hisk gold buat negara ini. Namun bagaimana bisa tercapai target tersebut yaitu salah satu nya meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM ) dan tentunya guru ini mempunyai peran sangat penting dalam meningkatkan SDM tersebut,” kata Dyah seusai Rapat Dengar Pendapat di Komisi VI, Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (27/11) malam.

Dia juga menjelaskan maka dari situlah kita butuh hadir untuk menyerap aspirasi-aspirasi para guru bagaimana cara nya mereka lebih bisa sejahtera dalam melaksanakan tugasnya.

“Karena dengan sukses nya murid-murid mereka dari situlah kita dapat meningkatkan Sumber Daya Manusia, dan berkontribusi kepada kegiatan-kegiatan ekonomi di negara Indonesia kesehjateraan guru ini tentu sangat memprihatinkan maka saat ini kita juga mempunyai Menteri Pendidikan yang baru dan dari kalangan Milinial,” imbuh Dyah.

Menurut dia beliau sosok mempunyai kemapuan dalam terobosan-terbosan yang mungkin sebelumnya tidak pernah dilakukan oleh Menteri sebelumnya, dan berharap sekali dengan ada nya beliau lebih mengedapankan kepentinga kesejahteraan guru guru tersebut, lebih dapat menyerap aspirasi-aspirasi guru, dan lebih luwes dalam berdiskusi dengan guru guru di seluruh Indonesia secara nasional.

“Tentunya Fraksi partai Golkar khususnya dari kalangan Milenial, itu hadir karena kita merasa pendidikan is the key to succsess any form discussion anything. Jadi kami berharap dari fraksi partai Golkar bahwa aspirasi-aspirasi para guru ini perlu kita suarakan nantinya di Musyawarah Nasional (Munas) partai Golkar ini sangat penting karena apa yang mereka butuhkan harus kita bisa full feel sebagai negara agar bisa merealisasikan Indonesia emas yang tadi disebutkan tahun 2045,” papar Dyah.

Lanjut dia mengatakan, mempunyai potensi untuk meningkatkan ekonomi negara Indonesia sekarang yang ada dikisaran 5, 35 persen dan sebetulnya mempunyai potensi ekonomi hingga sampai di 7 persen, banyak sekali undang-undang yang telah dirancang oleh negara ini, yang mengantispasi dengan adanya pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen tetapi banyak sekali kegagalan sebetulnya. Karena kita berpikir harusnya bisa capai 7 persen goldnya macem-macem.

“Pertumbuhan ekonomi pada dasr nya dateng dari Sumber Daya Manusia, dan SDM yang unggul source nya apa guru, yang sejahtera dan mampu mendidik masyarakat di Indonesia. Untuk isu-isu akan diangkat dalam Munas Partai Golkar,” ucap Dyah.

” Di DPR ini kita mempunyai nama nya green ekonomi kaulkus atau ekonomi hijau, di dalam nya para anggota DPR lintas fraksi dan lintas komisi. Kalau misalnya berbicara tentang pendidikan letaknya di komisi XI, kita ada beberapa member daripada kaulkus itu yang datang dari komisi XI. Kami berharap karena nanti nya di dalam kaulkus iji dan saat ini yangs edang kita diskusikan tentang isu terkait sistembillity dimana kita berharap dari anggota komisi masing-masing,” pungkas Dyah.

(Angel)

News Feed