oleh

Distribusi Batubara Tersendat

-Nusantara, Sosbud-1.056 views

Buntok – koranprogresif.co.id – Musim kemarau tahun ini mulai berdampak pada pendistribusian Batubara. Kapal Tugboat yang bisa mengopel tongkang pengangkut Batubara tak bisa berlayar karena air sungai Barito Surut. Untungnya, meski air sungai surut, kapal barang masih bisa berlayar mudik membawa sembako.

Kapten Kapal Brahma 8, Saud (32 Thn), ketika ditemui di lokasi sandar sekitar pelabuhan pasar lama Buntok, Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng)mengakui sudah dua pekan ini kapal mereka tak bisa berlayar karena air surut.

Menurutnya, Daerah yang paling sulit dilewati ada beberapa tempat. Pertama gosong di daerah Desa Marawan Kecamatan Dusun Utara (Dusut), Kabupaten Barsel. Kemudian di daerah Desa Montalat dan di Teluk Siwa di hilir Desa Lemo Kabupaten Barito Utara (Barut).

“Sekarang kami terpaksa tambat di Buntok sejak dua pekan lalu. Butuh air naik tiga meter baru kami berani mudik menuju Desa Paring Lahung untuk muatan batubara,” cerita Saud, Minggu (28/02/2021).

Senada Saud, Chip Enginer Tugboat Patria 22, David Rahmad (30 thn) mengakui tak mau ambil resiko dengan kondisi air surut seperi keadaan saat ini. “Kami tetap menunggu sampai air naik tiga meteran baru kami berani berlayar ke hulu,” terangnya.

Bagi Kapten Tugboat Brahma 8, Saud, maupun Chip Engineer David Rahmad, bersurutnya air sungai Barito adalah waktu yang tepat bagi Anak Buah Kapal (ABK) melakukan pemeliharaan terhadap kapal yang mereka nahkodai.

“Untuk mengisi waktu menunggu air naik, kami meluangkan waktu dengan mengecat ruangan dan tangga-tangga kapal,” ucap Saud.

Berbeda dengan aktivitas Kapal Barang yang biasanya sandar di Pelabuhan Pasar Lama Buntok. Kapal barang yang biasa mendistribusi sembako masih bisa berlayar ke daerah hulu sungai Barito meski seringkali kandas di daerah Desa Marawan.

Terkait dampak kemarau bagi alur pelayaran di DAS Barito, Kepala Pos Polisi (Kapospol) Pelabuhan Pasar Lama Buntok, Aiptu Agus S membenarkan kapal-kapal barang biasanya tambat di daerah Desa Marawan.

“Meskipun kandas, biasanya di Daerah Desa Marawan kapal biasa mencarter kelotok untuk mendistribuskan sembako ke lockpon-lockpon yang ada di hulu Desa Marawan,” terang Aiptu Agus S. (Ben Progresif).

News Feed