oleh

DISERANG KPK, PANSEL CAPIM KPK BELA FIRLI BAHURI

Wakil Ketua Pansel KPK periode 2019-2023, Indriyanto Seno Adji memberikan tanggapan terkait pernyataan pers KPK atas rekam jejak salah satu capim yang saat ini tengah melakukan uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI.

Menurut Indriyanto, dirinya perlu meluruskan sebagai tanggung jawab pansel terhadap publik atas pengumuman terkait dugaan pelanggaran berat etik terhadap Firli Bahuri (FB), seorang dari 10 capim KPK yang sekarang masih mengikuti tahap fit dan proper test.

“Saya sebagai bentuk tanggujawab Pansel kepada publik terkait 10 nama Capim, perlu memberikan dan meluruskan pernyataan tersebut karena permasalahan ini menjadi domein Pansel di ruang publik yang telah memberikan keputusan meloloskan 10 nama Capim, termasuk saudara, FB,” terang Dosen Magister Hukum Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini yang diterima covesia.com, Kamis (12/9/2019).

“Saudara FB memiliki basis levelitas dengan konsistensi terbaik, bahkan dapat dikatakan dalam posisi terbaik yang dapat dipertanggungjawabkan sejak awal dengan 386 capim sampai dengan 10 nama Capim,” terang Putra mantan Ketua Mahkamah Agung Oemar Seno Adji ini.

“Juga hasil rekam jejak yg diserahkan langsung oleh Deputi PIPM KPK kepada Pansel telah dilakukan uji silang dengan rekam jejak dari lembaga-lembaga terkait tersebut, dan pansel tidak menememukan sama sekali ujud keputusan DPP formil yg memutuskan secara definitif adanya pelanggaran berat etik dari FB,” tegasnya.

Sementara, nggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat dari PDIP, Masinton Pasaribu, menyatakan akan memobilisasi dukungan untuk Capim KPK Inspektur Jenderal Firli Bahuri.

Masinton menilai Firli dizalimi oleh awak KPK tepat sehari sebelum fit and proper test Capim KPK di Komisi Hukum DPR.

Menurut Masinton, pimpinan KPK mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya ketika menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka. Kala itu jenderal polisi tersebut juga dalam seleksi menjadi Kepala Kepolisian RI.

News Feed