oleh

DINAS TANAMAN PANGAN DAN HORTIKULTURA PROVINSI LAMPUNG

-Nusantara-130 views

Lamsel – koranprogresif.co.id – Bicara soal tanaman organik baik buah dan sayuran tentunya adalah kegiatan budidaya tanaman yang menggunakan bahan-bahan organik (non kimia) dari sejak olah tanah sampai saat penanaman, perawatan, panen dan pasca panen.

Pertanian organik mulai populer belakangan ini karna masyarakat menyadari betapa pentingnya sistem pertanian organik karna berdampak sangat positif untuk kesehatan dan lingkungan.

Program Desa Organik mulai dicanangakan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo pada tahun 2016 lalu, namun program tersebut sempat terhenti 2017 dan dilaksanakan kembali pada awal tahun 2018.

Provinsi Lampung termasuk Daerah yang ditunjuk untuk melaksanakan program tersebut dan ada tersebar dibeberapa Kabupaten antaranya, Lampung Selatan, Tanggamus, Lampung Barat, Lampung Tengah dan Kabupaten Tulang Bawang. Dan dari setiap kelompok tani pelaksana kegiatan pertanian organik didampingi satu orang fasilitator. Saat ini di provinsi Lampung pelaksana pertanian organik ada beberapa jenis tanaman yaitu buah pisang, manggis, salak dan sayuran.

Untuk memastikan sekaligus untuk mengetahui langsung kemajuan kegiatan dan kesulitan – kesulitan yang dihadapi fasilitator dan petani pelaksana kegiatan organik, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikuktura Provinsi Lampung melakukan evaluasi kegiatan desa organik 2018 dengan mengundang para fasilitator,petani dan perwakilan dinas terkait dari masing-masing Kabupaten.

Acara evaluasi tersebut diadakan diruang rapat dinas TPH Provinsi Lampung Jalan ZA Pagar Alam Bandar Lampung pada Selasa (6/11/18).

Hadir dalam kesempatan itu, Kabid Hortikultura Dinas TPH Provinsi Lampung, Kabid Proteksi Dinas TPH Provinsi Lampung, Perwakilan Dinas terkait dari masing – masing Kabupaten, Para Petugas dan pendamping dari lingkup Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Fasilitator dan para petani.

Dalam kesempatan tersebut, para petani dan fasilitator dari masing- masing kabupaten diminta menyampaikan sudah sampai dimana pelaksanaan kegiatan dan kesulitan apa saja yang dihadapi dibawah, dan hampir senada para fasilitator dan petani mengatakan bahwa pelaksanaan sudah sampai pada pengolahan lahan dan penyemaian benih akibat musim hujan yang baru tiba, sementara untuk kesulitan adalah banyaknya petani yang nggan menerapkan budidaya pertanian organik akibat belum terbiasa dan selama puluhan tahun telah menggunakan pupuk kimia dan insektisida berbahan aktif dan kendala lainya adalah petani pelaksana kegiatan desa organik belum mempunyai sendiri bahan pokok organik yaitu kotoran ternak sapi untuk diolah menjadi pupuk organik.

Mendengar paparan para fasilitator dan petani pelaksana kegiatan pertanian organik, Kabib Hortikultura Dinas TPH Provinsi Lampung, Muverdi meminta para fasilitator untuk tetap semangat sebagai motor penggerak dan agar memulai melakukan pertanian organik dan mengkomsumsi sayur dan buah organik dari diri sendiri dan keluarga, untuk pasar petani tidak perlu khawatir karena saat ini swalayan dan masyarakat yang sadar akan manfaat sayur dan buah organik makin meningkat. (Red).

News Feed