oleh

Diduga Oknum Kadus Pakai Ijasah Paket C Palsu & Mengundurkan Diri

-Nusantara-1.399 views

 

Lampung Selatan – koranprogresif.co.id – Di duga ada beberapa oknum Perangkat Desa yang menggunakan ijasah palsu, hal ini terjadi di Desa Brundung, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan.

Dan hal ini menjadi topik hangat dan menjadi buah bibir di kalangan warga Desa setempat.

Di himpun dari sumber sumber yang bisa di percaya dan tidak mau di publikasikan namanya bahwa, ada dalam jajaran Pemerintah Desa Brundung, yaitu 3 Kepala Dusun (Kadus) dan satu Kasi Kesra ketiganya disinyalir dalam administrasi berkas saat perekrutan perangkat Desa menggunakan ijasah palsu.

Berdasarkan data dari sumber – sumber setempat bahwa, ke 3 ijasah paket C tersebut di keluarkan oleh salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di daerah Kecamatan Candi Puro, Lampung Selatan dengan Predikat “Lulus”. Ijasah Paket C tersebut tercatat di keluarkan pada Tanggal 13 Agustus 2007 dan tertera pada cap tersebut dari Departemen Agama Kabupaten Lampung Selatan.

Sedangkan menurut sumber yang di terima awak media bahwa, Kadus yang bersangkutan mengambil ijasahnya baru tahun 2019 yang lalu. “Indikasinya ijasah paket C ketiga Kadus itu palsu. Coba di cek, asli atau palsu. Sedangkan mereka ambil paketnya tahun 2019, jika melihat tahun dikeluarkannya kan 2007 lalu kenapa baru di ambil 2019 dan warna ketiga ijasah paket itu lis pinggirnya berwarna merah,” ungkap warga setempat

Namun ke esokan harinya sumber setempat mengatakan bahwa, ijasah ke tiga Kadus tersebut (Kadus 1, Kadus 2, Kadus 3 dan salah satu Kaur Kesra) sudah di klarifikasi dan mereka resmi sudah mengundurkan diri.

Menelisik kebenaran mundurnya 3 Kadus yang di duga menggunakan ijasah Palsu tersebut, awak media mengkonfirmasi lebih lanjut kepada kepala Desa Berundung Sunarso di Kantor Desanya, Rabu (16/6).

“Itu cuma kurang persyaratan aja, ijasahnya cuma lulusan SMP, jika mengikuti aturan yang ada, maka akhirnya Kadus-Kadus tersebut saya mohon mengundurkan diri. Mereka sudah menjabat 3 tahun,” ujar Sunarso.

Ditanya lebih lanjut ke absahan masalah ijasah Peket C ke 3 Kadus nya yang mengundurkan diri tersebut, Kades Sunarso mengatakan tidak mengetahui nya. “Saya tidak tahu dan gak pernah open masalah ijasah Kadus dan kasi Pemerintahan tersebut. Itu mungkin ada yang tidak suka, saya merasa kehilangan karena kinerja mereka bagus,” ujarnya.

Saat awak media minta izin menemui Kadus-Kadus yang mundur tersebut, Kades Sunarso mengatakan, mohon jangan di temui mereka dulu, mereka masih shock. Tunggu kalau sudah tiga hari, biar tenang dulu,” ucapnya.

Menindak lanjuti apa yang sudah di sampaikan Kades setempat, setelah 3 hari kemudian Tim media menghubungi Kades Sunarso, Jum’at (18/6) untuk meminta izin melakukan penelusuran konfirmasi. Melalui saluran haendponnya, Sunarso mengatakan bahwa, dirinya sedang berada di Kecamatan, ia mengarahkan untuk menemui Sekdesnya.

Saat di sambangi di kantor Desa setempat siang hari itu sudah tampak sepi dan tertutup rapat

Terkait masalah itu, tokoh setempat yang enggan di publikasikan namanya, saat di mintai tanggapannya mengatakan bahwa, dirinya awalnya tidak mengetahui terkait kemunduran semua kepala dusun di Desanya.

“Saya baru tahu setelah di informasikan dengan warga sini terkait mundurnya 3 Kepala Dusun dan 1 Kasikesra. Harapan saya pribadi, kalau masih bisa di benahi sebagai mana mestinya. Kalau ada masalah di Desa Kita ini yang bisa di selesaikan secara musyawarah dulu, jangan sampai keluar sampai Kejaksaan atau sampai Ke Kepolisian bagaimanapun Desa Kita,” harap tokoh setempat

MZ, salah satu tokoh muda setempat kepada awak media Ia angkat bicara, salah apa bila Pak Kades Sunarso tidak mengetahui masalah Ijasah paket C yang di sinyalir palsu itu. Karena Kadus yang bersangkutan sudah mengakui kesalahannya dan mengundurkan diri, makanya kita tidak melanjutkannya keranah hukum. “Namun, jika masih tetap bertahan tidak mundur, maka masalah itu akan berlanjut ke ranah hukum,” tegasnya. (Wd/Tim).

News Feed