oleh

Dari UI Untuk Negeri, Dari Limbah Jadi Sumber Energi Berlimpah

-Nasional-103 views

 

Jakarta – koranprogresif.co.id – Masalah persampahan di Indonesia merupakan sesuatu yang harus diperhatikan secara serius oleh semua unsur masyarakat, tak terkecualia kalangan kampus seperti Dosen dan Mahasiswa. Universitas Indonesia sebagai kampus terbesar di Indonesia saat ini, membuktikan kontribusi nyatanya dalam penanganan masalah sampah di Indonesia, khususnya yang berasal dari limbah peternakan.

Peternakan merupakan salah satu kawasan yang menghasilkan berbagai limbah organik. Mulai dari limbah yang berasal dari pakan ternak, maupun limbah yang berasal dari kotoran ternak. Namun, kotoran ternak menjadi limbah dengan jumlah terbesar dari sebuah kawasan peternakan. Jika suatu Kawasan peternakan dengan total sapi sebanyak 10 ekor, maka peternakan tersebut telah menghasilkan 250 kg kotoran sapi setiap harinya yang menyebabkan polusi udara dan pencemaran lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.

Pasalnya, kotoran sapi mengandung konsorsium bakteri yang metode isolasinya (metode isolasi konsorsium bakteri) telah dipatenkan oleh Prof. Dr. Heri. Hermansyah, S.T, M.Eng, Guru Besar Universitas Indonesia.

Pada proses fermentasi anerobik, kotoran sapi dapat mengeluarkan gas metan yang dirilis di suatu wadah tertutup kedap udara. Gas metana tersebut dapat ditangkap dengan suatu sistem bernama Biodigester, untuk kemudian dikonversi menjadi energi utnuk memasak dan penerangan.

Proses fermentasi anaerobik yang terjadi dalam reaktor pada sistem biodigester membutuhkan waktu selambat-lambatnya 2 hari dapat menghasilkan gas metana, setelah proses pengisian reaktor tersebut mencapai 80% dari total volume reaktor itu sendiri. Dengan input awal sebanyak 400 kg kotoran sapi, dan input harian sebanyak 20 kg kotoran sapi secara terus-menerus, maka biogas yang dapat dihasilkan mampu mencapai 1 m3/ hari.

Dalam mewujudkan mandiri energi, Universitas Indonesia melalui Hibah Pengabdian Masyarakat pada tahun 2019, telah menyelesaikan proyek pembangunan sistem Biodigester skala peternakan berkapasitas 3200 Liter. Lahan peternakan yang menjadi tempat instalasi sistem terdapat di Peternakan Ende Farm milik Pak Dwi, yakni di Bedahan, Sawangan, Depok, Jawa Barat.

“Sistem Biodigester yang telah dihibahkan kepada saya merupakan sesuatu yang sangat berharga. Selain dari pada membantu saya untuk mengatasi permasalahan kotoran sapi saya, sistem Biodigester yang telah terpasang telah berhasil menghasilkan Biogas untuk kemudian dapat saya manfaatkan sebagai bahan bakar untuk memasak dan untuk penerangan di peternakan saya,” ujar Dwi.

Permintaan sumber energi bersih saat ini telah menjadi pembicaraan cukup ramai di dunia Internasional, tak terkecuali Indonesia.

Efek Rumah Kaca sebagai akibat dari pemakaian energy yang bersumber dari fosil menjadikan masyarakat dunia harus beralih ke energi yang terbarukan.

Sumber energi dari kotoran sapi merupakan salah satunya, bahkan dapat memberikan dampak positif lain seperti menghasilkan kondisi lingkungan yang lebih sehat dan bersih.

“Alat Biodigester yang telah teruji secara berkala, diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan secara regional maupun nasional,” ujar Heri Hermansyah, selaku penanggung jawab atas. (Red).

News Feed