oleh

Dandim Dampingi Forkopimda Tulungagung Memberangkatkan Pawai Ta’aruf Hari Santri Nasional Tahun 2018

-TNI Polri-113 views

Tulungagung – koranprogresif.co.id – Komandan Kodim 0807/Tulungagung, Letkol Inf Wildan Bahtiar, S.I.P mendampingi Forkopimda Kabupaten Tulungagung memberangkatkan Pawai Ta’aruf yang diikuti 1.506 kendaraan dari masing-masing perwakilan Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdatul Ulama (NU) se-Kabupaten Tulungagung dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional tahun 2018 di halaman kantor Bupati Tulungagung Jl. A. Yani Timur no. 37 Tulungagung, Minggu (04/11/2018).

Acara pagi ini dihadiri oleh Forkopimda, Pengurus Cabang NU Kabupaten Tulungagung baik dari jajaran Syuriyah dan Tanfidiyah beserta seluruh banomnya, Jajaran OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Ketua Ormas Islam se Kabupaten Tulungagung, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat.

Pelaksanan pawai pada hari ini Minggu ini dilaksanakan dengan start dimulai dari halaman kantor Bupati Tulungagung Jl. A. Yani Timur no. 37 Tulungagung dan finish di perempatan cuiri Desa Sidorejo Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung.

Pawai ini dibuka dan sekaligus diberangkatkan oleh Plt. Bupati Tulungagung, Drs. Maryoto Birowo, MM didampingi Dandim Tulungagung dan Forkopimda Kabupaten Tulungagung lainnya.

Dalam sambutannya, Plt. Bupati Tulungagung menyampaikan Selamat Hari Santri Nasional tahun 2018 kepada Keluarga Besar Nahdlatul Ulama, para kyai, para santri dan seluruh masyarakat Tulungagung, melalui momentum Hari Santri kali ini diharapkan para santri baik yang di pesantren atau di luar pesantren dapat memperkuat jiwa religius keislaman sekaligus jiwa nasionalisme kebangsaan.

“Dengan mewarisi semangat kebangsaan, para santri juga akan bersemangat dalam memperjuangkan keadilan serta memperjuangkan ilmu pengetahuan/teknologi demi kemajuan bangsa dan negara tercinta ini,” ungkap Plt. Bupati.

Pawai Ta’aruf pagi ini merupakan puncak pelaksanaan peringatan Hari Santri Nasional tahun 2018 di Tulungagung.

Semoga acara ini dapat menyatukan keberagaman untuk menjadi satu bangsa Indonesia. Dalam keragaman kita sebagai bangsa, baik keragaman suku, keragaman agama, maupun keragaman budaya melekat nilai-nilai untuk saling menghargai, saling menjaga toleransi, dan saling menguatkan tali persaudaraan antar anak bangsa.

Mengakhiri sambutannya, Plt. Bupati Tulungagung berharap para santri selalu ingat dalam berjihad untuk bangsa, untuk tanah air dan untuk tumpah darah Indonesia, para santri agar selalu ingat dalam berjihad sebagaimana yang diwariskan oleh para kyai dan para tokoh agama. Kyai mengajarkan berjihad dengan cara yang ramah bukan dengan cara yang marah. Kyai selalu mengajak kepada kebaikan bukan mengejek.

“Kyai selalu mengajarkan berjihad dengan cara merangkul bukan memukul. Inilah pesan dan cara Kyai yang harus diteladani dan kita teruskan,” tutup Drs. Maryoto Birowo, MM. (Red).

News Feed