oleh

Dandim 0716/Demak Hadiri Kajian Keagamaan Bersama Gus Islah Bahrawi Dan Mbah Munif Zuhri

Demak – koranprogresif.co.id – Dandim 0716/Demak, Letkol Czi Pribadi Setya Pratomo menghadiri Lailatul Ijtima’ Kajian Keagamaan dan Kebangsaan bersama Gus Islah Bahrawi dari Madura dan Simbah KH. Munif Muhammad Zuhri di komplek Pondok Pesantren Girikusumo, Desa Banyumeneng, Kecamatan Mranggen, Selasa (29/11/2022) malam.

Acara yang bertajuk “Meneguhkan Sikap Kebangsaan” ini dilaksanakan bersama forum Majelis wakil cabang NU Kecamatan Mranggen dan Forum Santri Lintas Profesi. Acara dihadiri juga oleh Wakil Bupati Demak, KH. Ali Makhsun, Ketua PW NU Jawa Tengah, Ketua PC NU Demak, akademisi islam, para Rektor Dekan dan Dosen universitas, Danramil 12/Mranggen, Kapten Arm Sukartiyo, Kapolsek Mranggen, AKP Nasoir, para kyai Ponpes serta tamu undangan.

Dalam kesempatan itu, Gus Islah Bahrawi menyampaikan tentang pentingnya belajar ilmu pengetahuan, mengingat era saat ini banyak orang Islam yang tidak tahu hakekat dan sejarah tentang pemikiran Ilmu pengetahuan asal pemikiran tersebut digagas oleh orang-orang Islam.

Ilmu yang sifatnya manfaat bagi manusia yang betul-betul berbasis ketuhanan, sampai ilmu yang murtad sekalipun, itu pernah dilahirkan oleh umat Islam.

“Kalo umat Islam diperkenalkan dengan ilmu pengetahuan seperti di era kejayaannya, pasti umat Islam sekarang akan menguasai dunia, mulai dari geo pilitik, geo ekonomi dan sebagainya,” kata Gus Islah.

Bahkan, ada buku tentang sejarah bangsa arab yang ditulis orang Kristen Libanon, bahwa bangsa eropa dulu menyusupkan 25 orang untuk masuk ke Islam, pura-pura mualaf, mereka berusaha mencari titik lemah umat Islam. Dan benar, titik lemah umat Islam adalah adanya kepentingan-kepentingan ambisi politik, sehingga dari sinilah, umat Islam gampang dipecah belah.

“Untuk itu, mari jaga ukhuwah Islamiyyah, jangan mudah dipecah belah. Khususnya warga nahdliyin,” sambungnya.

Tak hanya itu, Gus Islah juga menyampaikan tentang permasalahan yang terjadi di Indonesia, mulai dari sejarah terbentuknya Pancasila, hingga tentang adanya ancaman dari kelompok-kelompok radikalisme.

Sementara Mbah Munif menambahkan bahwa, kehadiran Gus Islah merupakan berkah dari Allah SWT, sehingga banyak memberikan pengetahuan tentang literatur Islam, pencerahan tentang bangsa, negara dan Islam dalam perpolitikan dunia, sehingga kita bisa tahu situasi dan kondisi yang terjadi saat ini.

“Oleh karenanya, mari kita berbenah diri. Semoga apa yang disampaikan Gus Islah bisa menjadi acuan, pedoman kita dalam menghadapi keadaan seperti sekarang ini, dan semoga dapat membangun jiwa dan hati yang baru dalam kita ber-Islam,” pungkas Mbah Munif.

Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab oleh peserta acara, dan ditutup dengan doa oleh Simbah KH. Munif Muhammad Zuhri. (Red/Pendim 0716).

Berita Lainnya