oleh

Covid-19 Belum Berakhir, PGSI Demak Berikan Blueprint Pembelajaran New Normal

-Nasional-1.741 views

 

Demak – koranprogresif.co.id – Setelah 9 minggu lebih pelaksanaan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh) dan WFH (Work From Home) diberlakukan, PGSI Kabupaten Demak mengambil sikap dengan membuat draft Blueprint/ acuan kerja untuk pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka disekolah masa NEW NORMAL.

Blueprint tersebut disusun oleh Pengurus Harian PGSI Demak dan disampaikan kepada Bupati Demak selaku ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 kabupaten Demak.
Hal itu diutarakan oleh Ketua PGSI Demak, Noor Salim melalui Wakil ketua 2 bidang Infokom, Suhadi dalam siaran pernya, hari ini (Selasa, 2-6-2020) PGSI menyampaikan surat usulan blueprint pembukaan KBM masa New Normal bagi sekolah tingkat MTs/SMP dan SMA/MA/SMK, karena kita ingin agar kebutuhan dasar tumbuh kembang dan pendidikan anak tetap didapatkan, namun keamanan dan kesehatan anak serta guru juga hal utama yang tetap harus diperhatikan, jangan sampai kluster Covid pindah ke sekolah” kata Hadi.

“Blueprint juga kami kirim kepada Kepala dindikbud, kepala kemenag dan ketua DPRD selaku pembina PGSI,” imbuh Hadi.

Ditempat terpisah, Ketua Tanfidziyyah NU Demak, KH. Aminuddin, selaku Dewan Kehormatan PGSI, menyampaikan dukungannya terhadap ikhtiar yang dilakukan PGSI. “Ya bagus itu, monggo disampaikan kepada pihak terkait agar nantinya jika sekolah/madrasah dibuka, kesehatan anak dan guru tetap terjaga, bagaimanapun kita harus terus berikhtiar agar pembelajaran disemua jenjang dapat kembali bisa dilaksanakan” kata Yi Amin melalui sambungan telpon.

Beberapa isi Blueprint pelaksanaan KBM Masa New Normal, dibagi menjadi 3 tahap, yaitu tahap PERSIAPAN, PELAKSANAAN dan MONEV:

A. PERSIAPAN meliputi:

1. Pendataan jumlah siswa & guru utk acuan pengadaan APD Protector Covid-19.

2. Pengadaan APD berupa:
-Alat Rapid dan Swab tes sejumlah siswa & guru.
-Termometer digital per 100 siswa 1 alat.
-Face Shield (Pelindung Muka) setiap siswa/guru 1 pc.
-Masker kain yg bisa dipakai ulang, setiap siswa dan guru 2 pcs.
-Westafel portable/jinjing, tiap sekolah cukup 1 krn sdh banyak westafel didepan kelas.
-Paket Hazmat untuk guru UKS per 50 siswa 1 paket.
-Poster protokol kesehatan yg dibuat Tim Gugus Tugas, tiap kelas 1.

3. Sosialisasi pelaksanaan KBM masa New Normal.

4. Pelatihan guru UKS sebagai ketua pelaksana Protokol kesehatan disekolah/madrasah.

5. Distribusi APD Protector Covid-19 ke Sekolah/Madrasah.

6. Persiapan pelaksanaan KBM:
-tiap kelas maksimal 20 siswa.
-tempat duduk diatur jarak 1 m. Seperti saat Ujian.
-KBM berlangsung 3 Jam Tatap Muka (JTM), Kelompok pagi jam 07.00-09.30 dan kelompok siang jam 10.00-12.30.
-Tidak ada waktu istirahat bagi siswa untuk menghindari kerumunan bebas.
-Bawa bekal makan/minum sendiri, kantin tidak boleh buka.

B. PELAKSANAAN:

1. Hari pertama khusus untuk tes rapid dan Swab oleh Tim medis dinkes, Puskesmas, Relawan PMI, Guru UKS.

2. Pembagian masker & Face shield.

3. Setiap pagi guru piket dipintu masuk sekolah, melaksanakan skrining suhu badan.

4. Kepala UKS standbay diruang UKS, saat melayani siswa sakit Wajib mengenakan Hazmat lengkap dg Facesheild, masker, sarung tangan lateks.

C. MONEV:

1. Secara berjenjang setiap seminggu sekali kepala Sekolah/Madrasah melaporkan KBM masa New Normal kepada Pengawas, lanjut ke Dikbud/Kemenag, dan kepada Ketua Gugus Tugas.

2. Tim gugus tugas menyimpulkan hasil monev, dan tindak lanjut KBM masa New Normal selanjutnya, termasuk kemungkinan dibukanya KBM tingkat SD/MI dan PAUD/TK. (Red).

News Feed