oleh

BUTUH WAKTU LAMA MENATA KENDAL MENUJU ADIL DAN BERSIH

 

Kendal – koranprogresif.co.id – Masih banyak persepsi masyarakat yang keliru tentang tugas dan fungsi tentang inspektorat selama ini, masyarakat banyak berharap agar inspektorat bisa melakukan eksekusi dan memutuskan permasalahan terkait yang menyangkut kinerja ASN (Aparatur Sipil Negara) yang menyimpang dari aturan. Padahal fungsi dan tugas inspektorat adalah pembinaan yang tidak memiliki tugas penindakan, dalam garis besarnya Tugas pokok Inspektorat Kabupaten Kendal adalah melaksanakan pengendalian / pengawasan umum terhadap pelaksanaan kelembagaan, pengelolaan Keuangan Daerah, aparatur, pengelolaan.

Tugas pokok Inspektorat Kabupaten Kendal melaksanakan pengendalian / pengawasan umum terhadap pelaksanaan kelembagaan, pengelolaan Keuangan Daerah, aparatur, pengelolaan
Kepada wartawan Tatang Iskandariyanto, SH mengatakan, Kendal perlu pembenahan di semua lini, diperlukan waktu yang lama untuk menata Kendal menjadi bersih dan adil.

Lembaga Inspektorat hanyalah sebagai pembinaan saja bukan sebagai penindakan sebagaimana fungsi APH (Aparat Penegak Hukum), yang bisa melakukan penindakan dan penangkapan terhadap seseorang yang dianggap sebagai pelaku yang melawan hukum.

Dalam keterangannya, Tatang juga berharap, agar pejabat dan ASN di Kendal dapat melakukan pekerjaan sesuai dengan rel dan aturan yang jelas. “Jangan terlalu mengambil resiko hukum dengan melakukan penyelewengan kinerja maupun bermain di anggaran negara, karena lambat laun pasti akan ketahuan dan sanksinya berat,” imbuhnya.

Kami banyak menerima aduan dan laporan dari masyarakat terkait kinerja dan pelanggaran yang dilakukan oleh banyak pejabat di Kendal, namun kami, Inspektorat tetap berprinsip kepada asas praduga tak bersalah. “Kami harus melakukan cek dan ricek, investigasi dan pemanggilan kepada yang bersangkutan agar semuanya bisa berimbang dan duduk persoalannya,” ujarnya.

Karena hanya sebagai pembinaan ya semua dikembalikan lagi kepada yang bersangkutan, selebihnya APH nanti yang melakukan eksekusi. “Kami juga siap membantu APH dalam melakukan audit terutama yang menyangkut penggunaan anggaran negara, kami memiliki tim yang ahli dalam melakukan audit, termasuk hal-hal menyangkut pertanahan, sebagai contoh di kecamatan Rowosari yang Kades bersama aparat lainnya mengalihkan kepemilikannya bengkok tanah kepada masyarakat nya karena tidak melalaikan prosedur yang benar, akhirnya kami tolak setelah melakukan audit bersama APH dan dana pembelian harus dikembalikan kepada warga,” katanya menambahkan.

Orang nomor satu di jajaran inspektorat kab.Kendal itu juga berharap, kepada masyarakat Kendal agar aktif dan kreatif ikut membangun Kendal menjadi bersih dan berwibawa, ikut berperan dalam melakukan pengawasan dan pantauan kinerja terhadap aparatur negara serta melakukan pengawasan terhadap semua anggaran yang digunakan dalam pembangunan Kendal. (Fend).

News Feed