oleh

BPBD KOTA SUKABUMI MELAKUKAN MITIGASI BENCANA BANJIR DAN TANAH LONGSOR

Sukabumi – koranprogresif.co.id – Seperti dikatakan Kepala Unsur Pelaksana BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kota Sukabumi, Drs. Asep Suhendrawan, pada musim hujan saat ini, BPBD Kota Sukabumi sedang fokus melakukan mitigasi bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Kota Sukabumi.

Karena potensi bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah Kota Sukabumi dikhawatirkan semakin besar, sebab intensitas hujan di Kota Sukabumi semakin tinggi.

Selain itu, juga berdasarkan informasi dari BMKG (Badan Meterorologi, Klimatologi dan Geofisika), memperkirakan puncak musim hujan yakni pada bulan Januari dan Februari 2019.

Dikatakan pula, sejak ditetapkannya SK (Surat Keputusan) Status Siaga Bencana di Kota Sukabumi pada bulan November 2018 yang lalu, seluruh jajaran BPBD Kota Sukabumi senantiasa berupaya optimal meningkatkan kinerja dan kesiapsiagaan serta menyiapkan Renstra (Rencana Strategis), untuk mengurangi dampak bencana tersebut di Kota Sukabumi.

Disamping itu, BPBD Kota Sukabumi juga sudah menyelesaikan pemetaan potensi bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Kota Sukabumi.

Lebih jauh Kepala Unsur Pelaksana BPBD Kota Sukabumi mengatakan, untuk potensi bencana banjir di Kota Sukabumi, biasanya terjadi di wilayah Selatan Kota Sukabumi, diantaranya di wilayah Kecamatan Baros.

Adapun yang menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana tersebut, diantaranya diakibatkan oleh genangan air hujan yang tidak mengalir dengan baik, akibat buruknya sistem drainase.

Sedangkan untuk potensi bencana tanah longsor di Kota Sukabumi, diantaranya di wilayah Kelurahan Cisarua dan Kelurahan Subangjaya Kecamatan Cikole. Karena di dua wilayah kelurahan tersebut banyak daerah perbukitan.

Untuk itu, pihak BPBD Kota Sukabumi senanrtiasa berupaya optimal melakukan pemantauan ke setiap daerah perbukitan di wilayah Kota Sukabumi. Sebab kepadatan tanah di daerah perbukitan, pada musim kemarau menjadi rendah, dan pada musim hujan menjadi labil serta rentan terjadi longsor.

Kepala Unsur Pelaksana BPBD Kota Sukabumi menandaskan, seluruh titik rawan longsor di wilayah Kota Sukabumi tidak bisa dibiaran.

Berkaitan dengan hal tersebut, pihaknya sudah mendorong Kementerian PUPR (Pekerjaaan Umum dan Perumahan Rakyat), untuk membangun dinding penahan tanah longsor di wilayah Kota Sukabumi.

Selanjutnya ditandaskan, pihak BPBD Kota Sukabumi hanya sebatas melakukan pemetaan dan mengetahui titik rawan longsor saja, serta hasilnya disampaikan kepada Kementerian PUPR, untuk dijadikan bahan pertimbangan dan kebijakkan dalam membangun dinding penahan tanah longsor di wilayah Kota Sukabumi.

Sedangkan upaya lainnya yang dilakukan BPBD Kota Sukabumi, diantaranya melakukan langkah preventif, untuk mengurangi dampak bencana di Kota Sukabumi, dengan mendatangi masyarakat di setiap titik rawan bencana banjir dan tanah longsor di Kota Sukabumi, sekaligus melakukan sosialisasi kebencanaan dan menghimbau masyarakat terutama yang berdomisili di sepanjang bantaran sungai dan daerah pebukitan.

Maksud dan tujuannya, agar senantiasa waspada dan behati-hati, atas kemungkinan terjadinya bencana banjir dan tanah longsor, supaya dapat menyelamatkan diri dan seluruh anggota keluaganya serta masyarakat lainnya, apabila terjadi bencana banjir dan tanah longsor di wilayahnya masing-masing. (Hms/MYS/PS).

News Feed