oleh

BINCANG PENDIDIKAN DENGAN PGSI, GANJAR BUKA 10 RIBU FORMASI P3K DAN PERHITUNGKAN KENAIKAN BOSDA

-Nasional-1.046 views

 

Semarang – koranprogresif.co.id – “Selamat Datang Ibu/ Bapak Guru yang penuh masalah, sekalipun banyak masalah, tetapi Keikhlasan dan Semangatnya panjenengan sungguh Luar Biasa”, begitulah sebagian sapaan akrab dari Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah, untuk mencairkan suasana saat membuka acara “Bincang Pendidikan” bersama para Ketua PGSI (Persatuan Guru Seluruh Indonesia) Kabupaten/ Kota se- Jawa Tengah yang difasilitasi oleh Ketua PW. PGSI Jawa Tengah, H. Muh Zeen, Adv. Senin (27/9/2021).

Acara Bincang Pendidikan, berlangsung di Ruang Rapat Utama Gubernur Jawa Tengah. Nampak hadir pula Kabiro Kesra Sekdaprov dan jajaran Dinas Pendidikan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah.

Setelah beberapa saat Gubernur membuka acara, lalu mempersilahkan kepada PGSI untuk menyampaikan Usulan & uneg- uneg- terkait Pendidikan di Jawa Tengah.

Ketua PW.PGSI Jawa Tengah yang juga Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Muh.Zeen menyampaikan, sesuai Prokes, dari 35 Kabupaten/ Kota se-Jateng, hanya 11 Ketua PGSI yang hadir secara langsung, Selebihnya mengikuti Acara melalui daring, kata Zeen.

“PGSI Jawa Tengah yang memiliki anggota sebanyak 115 Ribu Guru dari berbagai jenjang, tentu sangat strategis & potensial sebagai Agen Perubahan Pendidikan, namun disisi lain, beragam persoalan terkait kesejahteraan guru juga perlu dicarikan solusi,” imbuh Muh Zeen.

Diantaranya tentang sengkarut P3K, kuota Sertifikasi, Inpassing, dan BOSDA serta peningkatan kualitas SDM yang perlu dukungan dari Pemerintah Propinsi maupun Pemerintah Pusat, tambah Zeen, Legislator dari PKB.

Selanjutnya secara berturut-turut, Usulan dan Masukan dalam Bincang Pendidikan, diwakili 2 orang. Yaitu oleh Doktor Sumarni, M.Pd. (Ketua PGSI Klaten) dan M. Noor Salim, S.Pd.I. (Ketua PGSI Demak) sebagai berikut:

1. Agar kuota P3K juga diberikan secara adil bagi guru swasta disekolah Swasta, dengan mengafirmasi masa pengabdian guru dan Passing grade diturunkan.

2. Besaran BOSDA agar ditingkatkan nominalnya. Madrasah Aliyah dari 150 ribu menjadi 250 ribu persiswa pertahun. Sedangkan SMAS dan SMKS agar dibuat Rata sebesar 500 ribu persiswa pertahun, supaya selisih tidak terlalu jauh dengan SMAN/SMKN.

3. Insentif Guru Madin dan Pontren mohon dinaikkan.
4. PGSI siap menjadi agen perubahan Pendidikan dan mempertahankan kearifan budaya lokal serta penanaman jiwa patriotik yang Pancasilais melaui Bimtek dan peningkatan SDM Guru, maka mohon dialokasikan anggaran dalam APBD Provinsi.

*SEDIAKAN 10 RIBU P3K*

Menanggapi atas usul dan masukan PGSI, Ganjar Pranowo menyampaikan beberapa hal:

1. Pemprov Jawa Tengah telah membuka 10 Ribu Formasi P3K. Saat ini setengahnya telah dilakukan tes P3K tahap pertama bagi guru swasta di sekolah Negeri. Selebihnya akan dibuka untuk Guru swasta disekolah swasta pada tahap kedua.

2. Terkait usulan kenaikan BOSDA, akan dikalkulasi dan dihitung bersama DPRD, jika APBD memungkinkan, tentu akan ditambah.

3. Mendukung PTM (Pembelajaran Tatap Muka), namun harus menjaga Protokol Kesehatan, dan Gencarkan siswa untuk di Vaksin.

Setelah menanggapi usul dan masukan, Ganjar menceritakan perjuangannya yang begitu intens kepada para guru sejak dia menjadi anggota DPR RI. Hal itu disampaikan untuk turut memotivasi PGSI. (Red).

News Feed