oleh

Berkat Tokoh Budayawan Jabar, Kasus Hukum Anak dengan Ibu Kandung Berakhir Damai

-Nasional-66 views

 

Demak – koranprogresif.co.id – Berkat tangan dingin Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi yang juga tokoh Budayawan Jabar, perselisihan hukum antara ibu dan anak kandungnya di Demak berakhir damai.

Agesti Ayu Wulandari (19 thn), sang anak yang melaporkan Sumiatun (36 thn), ibu kandungnya ke Polres Demak terkait kasus KDRT, akhirnya mencabut laporan polisi yang dibuatnya.

Keduanya pun berdamai dan berpelukan disaksikan oleh anggota DPR RI, Dedi Mulyadi, Kapolres Demak, AKBP Andhika dan Kajari Demak di Demak, Rabu (13/1/2021).

“Alhamdulillah, mereka (red-Agesti dan ibunya) akhirnya damai. Laporannya pun sudah dicabut,” kata Dedi Mulyadi saat konfirmasi via WhatsApp, Rabu (13/1/2021).

Politisi partai Golkar tersebut menceritakan ikhwal perselisihan anak dan ibu kandungnya berdamai.

Sepulang dari Demak, dirinya ditelepon oleh Ketua Barisan Kesatria Nusantara Gus Rofik dari Kediri. Gus Rofik mengkonfirmasi apakah dirinya mendampingi masalah konflik antara ibu dan anak di Demak.

Kebetulan, kata Dedi, Gus Rofik berkomunikasi dengan putri yang berkonflik itu, Agesti, untuk pendampingan. Sebab, pasca-kasus tersebut, Agesti mengalami perundungan sehingga perlu pendampingan psikologi hukum.

“Akhirnya kami berusaha berkomunikasi dengan Agesti dan ibunya untuk saling penyadaran. Saya komunikasi dengan pengacara, sementara Gus Rofik dengan Agesti,” katanya.

Akhirnya, dalam komunikasi tersebut, Agesti dengan kesadaran dan tanpa paksaan berinisiatif pergi ke Demak dengan kendaraan darat dikawal BKN. Dedi pun menyusul ke Demak setelah salat subuh, langsung bertemu Agesti dan Gus Rofik di Hotel Amantis.

“Akhirnya sepakat perkara akan dicabut. Kedua pihak saling memaafkan. Disaksikan Pak Kapolres, Pak Kajari dan jajarannya. Kedua pihak ketemu, saling maafkan, menangis. Perkaranya dicabut. Sekarang sedang proses restorasi justice karena kasusnya sudah kadung P21,” kata Dedi.

Dedi juga berjanji pada Agesti, kalau laporannya dicabut akan dianggap anak sendiri. Agesti akan diberi beasiswa selama kuliah di Universitas Pertamina sampai lulus.

“Selain itu, mereka (red-Agesti dan ibunya) agar bisa saling melepas rindu, akan diberangkatkan umrah kalau situasi sudah memperbolehkan,” kata Dedi.

Setelah berdamai, pria yang juga mantan Bupati Purwakarta 2 Periode itu memberikan Ibu dan Anaknya hadiah Umroh gratis.

Selain itu juga, untuk anaknya diberikan uang 10 juta dan biaya kuliah gratis sampai S3. (Red).

News Feed