oleh

Beberapa Sekolah di Buntok Nyatakan Kesiapannya Hadapi Pembelajaran Tatap Muka

-Nusantara, Sosbud-1.166 views

Buntok – koranprogresif.co.id – Rencana Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) yang akan memulai pembelajaran dengan tatap muka mulai awal Maret tahun ini mendapat sambutan positif dari sejumlah kepala sekolah dasar di Buntok. Bahkan pihak sekolah menyatakan kesiapannya bila pembelajaran tatap muka itu jadi dilaksanakan.

Sebagaimana diungkapkan Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar Negeri (SDN) Buntok 1, Panti, S.Pd dan Kepsek Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kecamatan Dusun Selatan, Poltak Siagian, S.Pd yang dikonfirmasi secara terpisah pada Kamis (18/02/2021).

“Para guru sangat siap sekali menghadapi pembelajaran tatap muka yang akan dimulai pada bulan depan (Maret, red). Dan kami juga sudah mempersiapkan segala sesuatu seperti yang diminta Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Barsel,” tegas Panti, S.Pd.

Panti menyebut pihaknya akan menyiapkan protokol kesehatan seperti penyediaan tempat cuci tangan di setiap kelas, penyediaan sanitizer, dan juga alat pengukur suhu badan.

“Ketika nanti pembelajaran tatap muka benar-benar dilaksanakan, kami akan berusaha semaksimal mungkin melaksanakan protocol kesehatan di sekolah kami seperti yang telah ditetapkan pemerintah melalui Satgas Covid-19,” ujarnya.

Panti tak menampik jika dirinya ada perasaan was-was bila pembelajaran tatap muka itu benar-benar jadi dilaksanakan pada awal Maret ke depan. Itulah mengapa ibu guru yang ramah pada setiap orang ini selalu mengimbau kepada orang tua murid agar selalu bersama-sama menjaga dengan memathui protocol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh Satgas Covid.

“Kita semua harus mencegah jangan sampai membuat klaster baru penularan Covid termasuk dengan rencana pembukaan sekolah ini,” pungkas Panti.

Dikonfirmasi terpisah, Kepsek SMPN-2 Dusun Selatan, Poltak Siagian S.Pd menyatakan bahwa, pihaknya telah menerima surat dari Disdik kabupaten Barsel perihal pemberitahuan persiapan pembelajaran tatap muka yang akan dimulai pada awal Maret ini.

Namun, dari surat itu, pihak sekolah diminta membuat permohonan dalam rangka kesiapan sekolah menghadapi pembelajaran tatap muka sebagaimana rencana Disdik Kabupaten Barsel.

“Di dalam surat permohonan tersebut kami harus melampirkan lima perjanjian. Pertama Kepsek harus siap mematuhi Prokes. Kedua Sekolah harus ada daftar periksa protokoler covid-19. Ketiga, harus ada surat persetujuan orang tua murid atau wali murid, dan ketiga harus ada surat persetujuan dari Kepala Desa (Kades) atau Lurah serta surat dukungan dari pihak Puskesmas,” rinci Poltak.

“Nanti dari pihak Disdik akan turun ke setiap sekolah untuk memastikan apa benar pihak sekolah sudah menjalankan Prokes di sekolahanya dan mengecek persiapannya bagaimana, dan kalau sudah baru diverefikasi,” ujarnya menambahkan.

Melihat rencana pembukaan sekolah dengan pembelajaran tatap muka itu, Poltak Siagian sendiri menyatakan sangat siap. Bahkan diketika pembelajaran dengan Online pun, para Guru di SMPN-2 Buntok selalu menerapkan Protokol Kesehatan kepada para guru dan murid-murid.

“Kami pada prinsipnya sangat siap sekali, dan para guru-guru disini sangat senang mendengar kabar ini, karena selama ini para guru sudah jenuh dengan pembelajaran sistem online ini, sampai-sampai ada gura yang tidak kenal sama anak muridnya,” seloroh Poltak Siagian. (Ben Progresif).

News Feed