oleh

Bappenas: Ibu Kota Baru Dipilih ke Lokasi yang Indonesia Sentris

Yogyakarta– Presiden RI Joko Widodo akan menentukan lokasi Ibu Kota Baru pada tahun ini. Calon lokasi terkuat dari hasil kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Bappenas merujuk pada tiga kandidat : Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Targetnya, groundbreaking Ibu Kota baru dilaksanakan pada 2021, dilanjutkan setidaknya pemindahan setidaknya kawasan inti pada 2024. Masterplan juga desain untuk Ibu Kota baru sendiri ditarget dirampung 2020.

“Sebagai negara maritim, kami harus memastikan pemilihan ibukota negara baru itu bisa mewujudkan ekonomi yang lebih merata ke seluruh wilayah, sehingga lokasinya harus strategis, di tengah wilayah Indonesia, yang Indonesia-sentris,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Regional Bappenas, Rudy Soeprihadi Prawiradinata di Yogyakarta Jumat 2 Agustus 2019.

Memang diakui Rudy dari tiga kandidat itu taka da yang 100 persen sempurna. Namun ada beberapa keunggulan yang patut dicatat di provinsi Kalimantan. Salah satunya dari sisi kebencanaan, Kalimantan termasuk paling ‘bersih’, paling jarang terhempas gempa bumi karena bukan berada dalam daerah ring of fire. Namun diakui ada persoalan seperti kebakaran hutan, lahan gambut, tambang batu bara.

Namun Rudy mengatakan gangguan kebencanaan di Kalimantan sifatnya dapat diintervensi melalui penegakan hukum karena bukan faktor alam yang di luar kendali manusia.

Rudy mengambil sampel data lima tahun terakhir dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,  mencatat titik kebakaran hutan berkurang sangat signifikan berkat penegakan hukum yang gencar. “Apalagi ibukota dipindahkan ke sana, kan tidak mau dong masak ibukota sering dilanda kebakaran hutan,” ujarnya.

Rudy mengatakan pemilihan lokasi ibu kota baru juga setelah lolosnya kriteria bahwa daerah baru itu akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. “Jadi, di mana pun nanti diputuskan oleh Presiden, pertimbangannya sudah cukup panjang. Once in a lifetime, ini kesempatan kita memiliki sebuah representasi identitas bangsa,” ujar Rudy. tempo.co

News Feed