oleh

BANTU WARGA, SATGAS PAMTAS YONIF PR 328/DGH OLAH SAGU DAN PAPEDA

Papua – koraprogresif.co.id – Sagu maupun Papeda merupakan makanan pokok masyarakat khususnya yang tinggal di wilayah Papua. Sagu maupun Papeda masih banyak diminati oleh Warga asli Papua maupun pendatang.

Karena itu, Personel Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328/DGH berbaur bersama warga Kampung Yetti membantu proses pembuatan sagu dan papeda, Sabtu (25/05).

Dansatgas Pamtas Yonif PR 328/DGH, Mayor Inf Erwin Iswari, S.Sos., M.Tr (Han) mengatakan bahwa, kegiatan ini merupakan kebiasaan warga Kampung Yetti untuk mengolah pohon sagu yang telah siap dipanen.

“Ini merupakan tradisi Warga disini sehingga Personel Pos Yetti yang dipimpin oleh Serda Yudha membantu dalam mengolah pohon sagu sehingga menjadi papeda,” ujarnya.

Dilanjutkan oleh Dansatgas bahwa, mengolah Pohon Sagu yang sudah siap di panen tidak mudah dan harus belajar terlebih dahulu.

Pohon yang sudah matang di potong sehingga yang diambil batangnya saja, kemudian isi batang tersebut di parut dengan alat parut dan disaring, hasil saringan tersebut di ambil patinya untuk kemudian di kemas dengan daun pisang agar dapat diolah menjadi papeda, jelasnya.

“Untuk pohon sagu yang tingginya 3-4 meter setelah diolah menjadi Papeda, dapat dikonsumsi oleh 2 keluarga selama kurun waktu 3 hari, sehingga dapat dijadikan sebagai pengganti bahan pokok pengganti beras, selain itu juga memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi,” tambahnya.

Kepala Kampung Kibay, Charles Numbun mengatakan bahwa, dengan adanya peralatan parut yang diberikan oleh Dinsos Kab. Keerom beberapa waktu silam sangat berguna bagi Warga Kampung Kibay.

“Dengan adanya peralatan ini kami semakin mudah memarut sagu, dan kami terima kasih kepada Satgas yang sudah membantu dan ikut bersama Warga dalam mengolah sagu dan papeda,” pungkasnya. (Red).

News Feed