oleh

Badan Pertanahan Kapuas (BPN) Disambang Ormas Perpedayak

-Nasional-98 views

 

Kalteng – koranprogresif.co.id – Ormas Perkumpulan Pemuda Dayak kapuas (PERPEDAYAK) datangi kantor pertanahan dipimpin langsung oleh ketua DPD Perpedayak, Timotius Mahar, SE menuntut kejelasan kepada BPN yang sebelumnya sudah menyurati pihak pertanahan terkait lahan salah satu warga yang juga anggota perkumpulan di Perpedayak.

Melalui orasi damai dilakukan depan kantor Pertanahan Kapuas untuk dapat menemui pihak dari pertanahan dalam mempertanyakan kejelasan keterkaitan tanah hak milik salah satu warga Dadahup yang diakui oleh pihak tanah tersebut termasuk HGU perusahaan.

Orasi damai yang disampaikan didepan kantor di respon pihak BPN dan beberapa perwakilan dari ormas mediasi dilanjutkan bersama di ruang kepala BPN didampingi oleh pihak aparat kepolisian.

Dari penjelasan Ketua DPD Perpedayak saat dijumpai di sekretariatnya jalan Tambun Bungai, Rabu (30/11/2022), pada intinya permasalahan ini sudah bergulir 3 bulan kami melaksanakan aksi di perusahaan LAK untuk meminta kejelasan dari pihak perusahaan karena salah satu anggota kami mempuyai Surat Hak Milik (SHM) dilahan 4 Hektar di Dadahup setelah dilihat ternyata ada HGU disitu yang dihak miliki oleh PT. LAK.

“Oleh karena tidak ada kejelasan dari pihak perusahaan, dari aksi damai yang kami lakukan disana, pada akhirnya kami bersurat ke BPN karena keduanya inikan prodak dari pertanahan SHM dan HGU,” ujarnya.

“Kasihan selaku pemilik Pa lLham bahwa dia mempuyai SHM sertifikat tidak bisa ia pergunakan hak milik tanah nya dan ini sudah dipergunakan atau diakui oleh perusahaan termasuk HGU mereka. Tapi pada akhir dari aksi damai yang kami sampaikan mediasi nya pihak pertanahan minta waktu satu minggu untuk melakukan cek lapangan lagi siapa tau posisi tanah bisa beda dan mereka minta waktu apa bila tidak ada kejelasan dalam waktu satu minggu ini nanti, maka kami akan datang lebih banyak lagi,” terangnya.

Menyikapi hal tersebut, Kasi pengadaan dan pengembangan BPN, Richard Djanas, A. Ptnh kepada awak media bahwa, pada intinya tadi sudah kita terima dan sepakati mereka menginginkan pertemuan duduk bersama dengan pihak Perusahaan dan BPN. “Pa ILham akan menyampaikan tuntutannya karena selama ini dianggap merugikan, kita bersedia memfasilitasi mungkin dalam minggu depan kita akan fasilitasi itu untuk bisa bersama-sama membicarakan perihal tersebut,” pungkasnya. (Tatang Progresif).

Berita Lainnya