oleh

Aspeksindo Kembangkan Program Sejuta Nelayan Berdaulat

-Nasional-317 views

Kapuas – koranprogresif.co.id – Pengurus Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) yang baru saja dikukuhkan oleh Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko akhir bulan lalu di Hotel Novotel Balikpapan bergerak cepat dengan menggandeng Kemenko Maritim selenggarakan Seminar Nasional sekaligus memperingati Hari Nelayan yang jatuh setiap tanggal 6 April.

Adapun Seminar Nasional yang digelar di awal pekan lalu di Telkom Landmark Tower (TLT) Jakarta dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan sekaligus launching Program Satu Juta Nelayan Berdaulat melalui dukungan Teknologi 4.0.

Menko, Luhut berharap, program ini mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan di Indonesia, khususnya di wilayah-wilayah terpencil.

“Program Satu Juta Nelayan Berdaulat ini dilatarbelakangi oleh fakta kekayaan laut Indonesia menurut data United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 2017 sebesar US$ 2,5 triliun pertahun, namun baru dapat dimanfaatkan sebesar 7% karena minimnya teknologi dan aplikasi yang mensupport para nelayan untuk mencari ikan,” papar Luhut.

Hal senada diutarakan pula sejumlah pakar Sistem dan Permodelan Perikanan, Pelaku Usaha Perikanan maupun Direktur Utama Telkom, Alex J Sinaga yang mengenalkan layanan aplikasi dan komunikasi industri maritim, yakni USAT (Ultra Small Aperture Terminal).

Sementara itu, Dr H Suwarno Muriyat, Plt Kadis Kominfo yang hadir bersama Ir Darmawan, Kadis Perikanan Kabupaten Kapuas kepada awak media Minggu (21/4) sampaikan seyogiyanya seminar itu akan dihadiri Bupati Kapuas, Ir Ben Brahim S Bahat, MM, MT yang telah dikukuhkan sebagai Wakil Bendahara Aspeksindo periode 2018-2022.

“Seyogiyanya Bapak Bupati Kapuas sangat ingin hadir, namun pada saat yang bersamaan beliau telah menjadualkan kunjungan kerja ke daerah hulu Kapuas,” ucapnya.

Lebih jauh H Suwarno menambahkan bahwa, layanan USAT yang baru di launching menggunakan teknologi TDMA milik THISS (outbound and inbound management) memungkinkan penghematan penggunaan transponder bandwidth  dan membuat harga layanan airtime tetap terjangkau.

“Layanan itu dapat menjangkau seluruh perairan Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam bahkan sampai ke wilayah laut Cina Selatan yang strategis.

Secara khusus, layanan ini mentargetkan kapal-kapal kecil, baik di skala regional maupun untuk daerah pesisir, misalnya pada sektor perikanan dan layanan offshore, akan memainkan peran penting dalam usaha me-modernisasi industri seperti perikanan, manajemen kapal yang efisien, dan untuk meningkatkan kualitas hidup serta kesejahteraan jutaan para pelaut.

Diskominfo dan Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas atas ijin Bapak Bupati Kapuas akan segera memperkenalkan aplikasi dan tekhnologi ini kepada para nelayan agar mereka dapat mengetahui daerah tangkapan yang banyak, perkiraan bahan bakar yang diperlukan serta dapat berkomunikasi dan bertransasksi dari tengah laut,” rilis H Suwarno (Hmskmf/Tatang).

News Feed